Indosat Baru Habiskan Capex 2 Triliun, Laju Sahamnya Jaga Tren Rebound


PT Indosat Tbk (ISAT) menyatakan telah menyerap sekitar 26,6% atau Rp 2 triliun dari total belanja modal sebesar Rp 7,5 triliun tahun ini. Adapun Indosat masih fokus melakukan modernisasi jaringan di tahun ini karena sudah memasuki tahap akhir. ISAT terus mengembangkan jaringan 3G dan masuk ke tahap 4G.
Perseroan juga akan fokus dalam pemanfaatan jaringan yang telah dimodernisasi dan meningkatkan pengalaman pelanggan dan akan mulai menggelar jaringan LTE sebagai kelanjutan dari pengembangan data serta meningkatkan monetisasi dari kuatnya pertumbuhan trafik dan pengguna data. Perseroan juga akan meningkatkan efisiensi biaya agar dapat terus berinvestasi guna mendorong pertumbuhan kinerja.
Hingga kuartal I/2015 ISAT harus puas membukukan rugi bersih mencapai Rp455,55 miliar atau turun signifikan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mengantongi laba bersih Rp796,8 miliar. Meskipun ISAT mengantongi pendapatan sebesar Rp6,09 triliun atau naik dari sebelumnya Rp5,77 triliun. Indosat tidak mampu menekan beban bersih sehingga membengkak menjadi Rp5,59 triliun dari Rp4,78 triliun. Laba usaha yang diraup Indosat mencapai Rp501,88 miliar dari sebelumnya Rp983,47 miliar. Adapun pendapatan terbesar masih dikontribusi oleh divisi selular Rp4,9 triliun dari Rp4,65 triliun.
Perseroan membukukan beban lain-lain Rp1,05 triliun dari sebelumnya pendapatan lain-lain Rp6,2 miliar. Beban terbesar terjadi pada rugi selisih kurs yang mencapai Rp688,41 miliar dari sebelumnya laba kurs Rp880,11 miliar. Sementara rugi sebelum pajak mencapai Rp551,03 miliar dari sebelumnya laba Rp989,68 miliar. Rugi periode berjalan Rp426,82 miliar dari laba Rp824,42 miliar. Pada posisi neraca perseroan, hingga 31 Maret 201 total aset Indosat mencapai Rp52,83 triliun dari akhir tahun lalu Rp53,26 triliun. Liabilitas Rp38,96 triliun dari Rp38,97 triliun dan ekuitas Rp13,87 triliun dari Rp14,29 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (17/6/15) saham ISAT dibuka pada level 3,930 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 3,960 dan bergerak dalam kisaran 3,930 – 3,985 dengan volume perdagangan saham mencapai 44,600 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ISAT sejak awal bulan Februari terlihat terus mengalami tekanan dan sempat bergerak menyentuh level support dan saat ini pergerakannya dalam konsolidasi, terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Inverted Hammer menembus Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan ISAT dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ISAT masih akan dalam pergerakan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakkan ISAT. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp3570 hingga target resistance di level Rp4200.

Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar