IHSG 18 Juni : Bergerak Variatif Sepanjang Perdagangan, IHSG Ditutup Flat


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat penutupan perdagangan hari ini (18/6) tercatat turun sebesar 0,005 persen ke level 4,945.49. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 2.48 persen ke level 825.12. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 4,947.79 dan level tertinggi 4,964.55.
Pada perdagangan siang ini tercatat 52 saham menguat, sementara 247 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 4.06 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp3.65 triliun dan transaksi sebanyak 195.975 kali.
Secara sektoral, tercatat semua sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh properti dan Agrikultur yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 3.31% dan 3.10% . Terpantau saham-saham yang menjadi penekan IHSG adalah BBRI, PGAS, BBCA, BBNI, BMRI dan SSMS.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan terbatas ditengah sentimen Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang menyatakan ekonomi AS tumbuh moderat dan cukup kuat untuk mendukung kenaikan suku bunga acuan. Namun kekhawatiran tetap ada terkait pemulihan pasar tenaga kerja.   Global juga tengah fokus pada perkembangan ketidakpastian kesepakatan pembayaran utang Yunani.
Disisi lain dollar AS akan kembali melaju menyusul perundingan Yunani yang belum menemukan titik temu. Badan Moneter Internasional (IMF) mengatakan, tim negosiasi dengan Yunani gagal menemukan kata sepakat mengenai dana bailout untuk menghindari gagal bayar (default).
Sementara sentimen lokal datang datang respon investor terhadap rilis data neraca perdagangan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan RI pada Mei 2015 mencetak surplus US$ 950 juta, terdiri dari ekspor sebesar US$ 12,56 miliar dan impor sebesar US$ 11,61 miliar. Selain data makro, IHSG juga tengah menanti data suku bunga acuan Bank Indonesia yang akan dirilis hari ini.

Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar