WIKA Garap Tender Tol Soroja, Laju Sahamnya Diuji Support Terdekathttp://vibiznews.com/wp-content/uploads/2015/01/wika21-700x357.jpg


Konsorsium PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memenangi tender investasi Pembangunan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja), Bandung, Jawa Barat dengan nilai Rp 1,5 triliun. Pembangunan tol ini akan dimulai pada 2015 ini. Adapun Tol Soroja tersebut memiliki panjang 8,15 kilometer (km). Tol tersebut akan terhubung dengan ruas tol Padalarang-Cileunyi, dengan 3 pintu keluar jalan tol antara lain Marga Asih, depan Stadion Jalak Harupat, dan Kantor Pemeirntah Kabupaten Bandung.
WIKA konsorsium rencananya akan membentuk Badan Usaha Jalan Tol yang kelak menjadi perusahaan asosiasi, bersama anggota konsorsium yang lain, yaitu   PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) dan PT Jasa Sarana. konsesi atau umur operasi dari Tol Soroja ini 45 tahun dengan porsi kepemilikan saham WIKA 25 persen dan selebihnya dimiliki anggota konsorsium lainnya.
Proyek ini akan segera dimulai pembangunan fisik pada akhir 2015dan ditargetkan selesai sebelum Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 karena sejumlah lokasi lapangan (venue) PON ada di wilayah Soreang, Kabupaten Bandung. Pembangunan jalan tol ini menjadi angin segar bagi masyarakat Bandung karena akhirnya proyek ini dapat segera terealisasi. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah Soreang dan mendukung destinasi wisata alam dan agro yang ada di Kabupaten Bandung.
Hingga kuartal I 2015, WIKA telah mencatatkan kontrak baru senilai Rp 3,4 triliun. Salah satu kontrak tersebut adalah proyek tol Bogor-Ciawi-Sukabumi dengan nilai Rp 355 miliar. Adapun sampai akhir tahun perseroan menargetkan bisa mengantongi kontrak baru sebesar Rp 31,64 triliun.
Jika dilihat pada hasil kinerja secara keseluruhan, pada Q1 2015 tampak menunjukan kinerja yang kurang optimal, dimana baik pada pendapatan akan penjualan bersih merosot hampir 40% menjadi Rp 2 triliun dari pendapatan di Q4 2014 yang sebesar Rp 2.79 triliun. Demikian juga dengan perolehan laba perseroan selama Q1 yang tampak merosot dalam sebesar 63.63% yang menjadi Rp 66,59 miliar dari laba pada Q4 2014 yang sebesar Rp 183.10 miliar.
Apabila dibandingkan dengan Return on Asset WIKA pada Q1 2015, tampak perseroan harus mulai berhati-hati dalam pengelolaan kas dan melakukan pencarian dana, yang dikarenakan jumlah rasio aset perseroan tersebut yang berada dibawah 2% dan dikahwatirkan akan menganggu siklus kinerja keuangan perusahaan.
 Dan jika dibandingkan dengan perusahan rifal sejenisnya baik pada PT PP (Persero) Tbk secara indikator EPS, ROA serta ROE, maka perolehan PTPP tampak lebih baik dari perolehan dari WIKA. Dimana WIKA secara EPS memperoleh sebesar 40.32X, ROA sebesar 1.51%, serta ROE sebesar 4.92%, namun perolehan PTPP pada EPS sebesar 77.96X, ROA sebesar 2.69%, serta ROE sebesar 13.65%.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (18/6/15) saham WIKA dibuka pada level 2,700 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,670 dan bergerak dalam kisaran 2,640 – 2,700 dengan volume perdagangan saham mencapai 5,635 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WIKA sejak awal bulan April terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke level support kuatnya, namun saat ini dalam potensi teknikal rebound terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan WIKA dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju WIKA masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan WIKA. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp2550 hingga target resistance di level Rp3550.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar