Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat penutupan perdagangan hari ini (29/6) tercatat turun sebesar 0.82 persen ke level 4,882.58. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 0.89 persen ke level 834.85. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 4,858.42 dan level tertinggi 4,896.59.
Pada perdagangan siang ini tercatat 53 saham menguat, sementara 223 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi sore ini mencapai 5.51 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp3.74 triliun dan transaksi sebanyak 190.197 kali.
Secara sektoral, tercatat semua sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh properti dan agrikultur yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 3.28% dan 1.95% . Terpantau saham-saham yang menjadi penekan IHSG adalah BBRI, PGAS, BBCA, BBNI, BMRI dan SSMS.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam pelemahan terbatas ditengah tekanan pada bursa global ditengah sentimen perkembangan utang Yunani. Bank Sentral Eropa ECB diperkirakan akan mengakhiri pinjaman darurat kepada sistem perbankan Yunani. Yunani sangat tergantung pada bantuan likuiditas darurat dari Bank Sentral Eropa setelah krisis ekonomi menerpa negara itu. Dana talangan alias bailout untuk Yunani, yang dililit hutang, akan berakhir pada Selasa (30/06) dan pembicaraan kedua pihak sejauh ini telah terputus. Perbankan Yunani akan mengalami kesulitan serius dalam waktu dekat, apabila ECB mengakhiri pinjamannya.
Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI (BI Rate) berada di level 7,5%. Sementara sektor properti dan keuangan jadi penggerak ditengah kebijakan pemerintah dengan memberlakukan kebijakan makroprudensial dalam bentuk pelonggaran Rasio Loan to Value (LTV) atau Rasio Financing to Value (FTV) untuk kredit properti dan penurunan uang muka untuk kredit kendaraan bermotor.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar