PT Bukaka Teknik Utama Tbk, (BUKK) salah satu unit usaha Kalla Group kembali melantai di Bursa Efek Indonesia setelah sembilan tahun terdepak (delisting) dengan mencatatkan 2,64 miliar lembar saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Total modal dasar perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur ini tercatat 10 miliar lembar saham atau Rp 3,38 triliun. Sedangkan modal yang ditempatkan dan disetor penuh Rp 892.472.776.000 dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 1,56 triliun.
Aksi korporasi ini, merupakan momentum yang tepat bagi perseroan yang bergerak di dalam bisnis infrastruktur sehingga Bukaka dapat mengambil peluang dengan berperan aktif dalam membantu kebijakan dan program pemerintah dalam pembangunan dan penyediaan infrastruktur nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, Bukaka telah menunjukan kinerja operasional dan keuangn yang terus membaik. Selain mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba usaha dari kegiatan usaha yang ada, Bukaka juga sudah masuk ke dalam usaha pembangkit listrik tenaga mini hydro (PLTMH).
Adapun relisting yang dilakukan Bukaka untuk memenuhi segala kebutuhan pendanaan. BUKK berencana membangun smelterdi kuartal ketiga ini. Smelter akan dibangun di Palopo dengan luas proyek sekitar 50 hektare. Pengerjaan proyek akan dilakukan oleh anak perusahaan PT Bukaka Mandiri Sejahtera.
Perseroan mengestimasi kebutuhan dana Rp 400 miliar dan akan menggandeng perusahaan asal Cina – yang tak disebutkan namanya – sebagai rekan kerja. Kapasitas nikel murni yang diharapkan dihasilkan smelter ini kelak 2.760 ton per tahun. PLTA Poso akan didapuk menjadi pasokan listrik smelter ini.
Di awal perdagangan, saham BUKK dibuka stagnan di angka Rp 590 per saham. Namun harga saham naik secara perlahan hingga menembus harga 866 per saham (naik 46,61 persen) di waktu rehat pukul 12.00 WIB. Bukaka menawarkan 2.640.452.000 lembar saham. Bukaka menjadi emiten ke-delapan pada tahun 2015 ini dan menjadi emiten ke-513 dari daftar keseluruhan emiten yang ada.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar