PT Waskita Karya (Persero) Tbk. segera menggenjot pembangunan proyek jalan tol menyusul pencairan dana penerbitan saham baru melalui mekanisme rights issue senilai Rp5,3 triliun. Sebagai informasi, pemerintah akan segera menyerap saham baru emiten berkode WSKT tersebut dengan pencairan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) pada akhir bulan ini. Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan dana Rp3,5 triliun untuk menyerap rights issue WSKT, sedangkan publik diperkirakan menyerap Rp1,8 triliun.
Dengan cairnya dana tersebut, perseroan menaikkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang tahun sebesar 140,8% menjadi Rp4,36 triliun dari alokasi sebelumnya Rp1,81 triliun. Adapun alokasi Capex untuk investasi tol meningkat 599,8% menjadi Rp2,4 triliun dari target awal Rp349 miliar. Investasi divisi realty naik 117% menjadi Rp1 triliun dari Rp826 miliar dan beton precast naik 63% menjadi Rp476 miliar dari Rp291 miliar.
Khusus investasi jalan tol, manajemen Waskita Karya memerkirakan kebutuhan dana mencapai Rp30 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan enam proyek jalan tol yang tengah dibangun oleh perseroan. Kebutuhan dana tersebut dipastikan tidak dapat dipenuhi sepenuhnya dari kas internal maupun perolehan hasil rights issue. Sehingga, manajemen Waskita Karya akan mencari sumber pendanaan lain, termasuk pinjaman perbankan dan emisi obligasi.
Hingga Mei 2015 WSKT mengantongi pendapatan Rp2,9 triliun. Adapun perolehan pendapatan tersebut meningkat 36% dibandingkan dengan posisi Mei pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,1 triliun. Sementara untuk pos laba, perseroan memperoleh laba Rp70 miliar atau naik sekitar tiga kali lipat dibanding Mei tahun lalu Rp20,6 miliar.
Hingga pertengahan Mei, emiten berkode saham WSKT tersebut telah mengantongi kontrak baru Rp4,1 triliun, atau 17,5% dari total target tahun ini Rp23,4 triliun. Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari Rp1,8 triliun (45%) dari proyek swasta, Rp1,5 triliun (37%) dari proyek pemerintah, dan Rp730 miliar (18%) dari proyek badan usaha milik negara (BUMN).
Perseroan optimisme akan mencapai target ditunjang dengan rencana bulan depan perseroan akan menandatangani kontrak tol Solo-Ngawi-Kertosono dengan nilai Rp8 triliun sepanjang 120 kilometer (Km). Selain itu, ada juga kontrak dari tol Medan- Kualanamu-Tebing Tinggi dan dua sampai tiga bulan kedepan memperoleh proyek transmisi Sumatera. Perusahaan juga akan berupaya melebarkan sayap di bidang jalan tol di Bali yang memiliki panjang 400 km.
Sepanjang periode 2014, WSKT berhasil membukukan laba per saham dasar sebesar Rp51,9, melonjak 35,86% dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp38,2. Dari laporan keuangan menunjukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp501,5 miliar, naik 29,12% dibandingkan dengan periode 2013 sebesar Rp388,05 miliar.
Adapun pendapatan usaha yang dibukukan emiten berkode saham WSKT mencapai Rp10,2 triliun hingga akhir 2014 dari sebelumnya Rp9,6 triliun. Laba kotor yang diraih WSKT mencapai Rp1,1 triliun dari sebelumnya Rp910 miliar. Laba sebelum pajak mencapai Rp755 miliar dari sebelumnya Rp611 miliar. Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp501,2 miliar dari sebelumnya Rp267 miliar.
Sementara itu, total liabilitas WSKT pada akhir tahun lalu mencapai Rp9,5 triliun, naik tajam dari sebelumnya Rp6,4 triliun. Ekuitas perseroan mencapai Rp2,8 triliun dari sebelumnya Rp2,3 triliun. Adapun, total aset Waskita Karya per 31 Desember 2014 mencapai Rp12,5 triliun dari periode setahun sebelumnya yang mencapai Rp8,7 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (29/6/15) saham WSKT dibuka pada level 1,560 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,580 dan bergerak dalam kisaran 1,515 – 1,570 dengan volume perdagangan saham mencapai 12,5 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WSKT sejak awal Februari terpantau telah berada pada tren konsolidasi dan saat ini WSKT berada dalam potensi koreksi teknikal. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Bullish Engulfing terbentuk pada Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan WSKT dalam potensi pelemahan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju WSKT masih akan dalam tekanan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan WSKT. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp1450 hingga target resistance di level Rp1800.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar