Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup melemah jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (3/6) IHSG turun sebesar 1.35 persen ke level 5143.58. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 1.65 persen ke level 889.80. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 5129.61dan level tertinggi 5205.56.
Pada perdagangan siang ini tercatat 78 saham menguat, sementara 181 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 6.71miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp5.17 triliun dan transaksi sebanyak 154.365 kali.
Secara sektoral, tercatat 9 sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh aneka industri dan keuangan yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 3.17% dan 2.52% . Terpantau saham-saham yang menjadi penekan IHSG adalah BBRI, BMRI, BBCA, BBNI dan ASII.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam tekanan terbatas ditengah pelemahan bursa global dan tarik menarik sentiment antara aksi bargain hunting pada saham-saham bluechip dan tekanan terhadap rupiah. IHSG juga dapat memanfaatkan sentimen positif dari rilis data makroekonomi lokal di awal bulan.
Namun IHSG patut mewaspadai pelemahan lanjutan rupiah terhadap dollar AS menyusul pernyataan dari Gubernur The Fed Janet Yellen yang mengharapkan untuk menaikkan suku bunga tahun ini jika proyeksi ekonomi sesuai prediksinya. Hal ini akan dilanjutkan dengan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap.
Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Mei 2015 sebesar 0,5 persen, inflasi tahun kalender sebesar 0,42 persen, inflasi dari tahun ke tahun sebesar 7,15 persen. Inflasi komponen inti sebesar 0,23 persen, dan inflasi inti tahun ke tahun sebesar 5,04 persen. Inflasi harga bergejolak tercatat paling tinggi sebesar 1,52 persen.
TPLN (Persero) melaporkan akan menaikkan lagi tarif listrik bagi pelanggan komersial atau nonsubsidi pada Juni 2015 setelah hal sama berlaku pada Mei lalu.arif listrik nonsubsidi untuk lima golongan pelanggan pada Juni 2015 ini naik Rp 9,43 (0,62 persen) dibanding bulan sebelumnya menjadi Rp 1.524,24 per kWh.
Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 5.100-5.150, dan resisten 5.330 – 5360. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham CPIN, INCO, BSDE dan SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar