IHSG 30 Juni : IHSG Ditutup Rebound, Asing Bukukan Net Buy


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini (30/6) alami penguatan sebesar 0.58 persen ke posisi 4,910.66. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 ditutup menguat 0.51 persen ke level 839.14. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 4,874.07 dan level tertinggi 4,930.25.
Adapun perdagangan hari ini sebanyak 217 saham menguat, 90 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Perdagangan hari ini ditutup dengan volume transaksi perdagangan yang tercatat sebanyak 4.98 miliar lembar saham dengan nilai sebesar Rp4.78 triliun. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 241.914 kali.
Secara sektoral, tercatat 8 sektor menguat dipimpin oleh sektor aneka industri dan keuangan yang naik masing-masing sebesar 2.69% dan 2.77%. Adapun emiten yang menjadi penopang IHSG pada perdagangan hari ini adalah TLKM, ASII, BBNI, BMRI dan SILO. Pada hari ini investor asing mencetak aksi net buy sebesar Rp239 miliar.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam penguatan terbatas ditopang aksi bargain hunting ditengah tekanan pada bursa global setelah perkembangan utang Yunani. Bank Sentral Eropa ECB diperkirakan akan mengakhiri pinjaman darurat kepada sistem perbankan Yunani. Yunani sangat tergantung pada bantuan likuiditas darurat dari Bank Sentral Eropa setelah krisis ekonomi menerpa negara itu. Dana talangan alias bailout untuk Yunani, yang dililit hutang, akan berakhir pada akhir bulan ini dan pembicaraan kedua pihak sejauh ini telah terputus. Perbankan Yunani akan mengalami kesulitan serius dalam waktu dekat, apabila ECB mengakhiri pinjamannya.
Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI (BI Rate) berada di level 7,5%. Sementara IHSG mendapat dorongan dari kebijakan pemerintah dengan memberlakukan kebijakan makroprudensial dalam bentuk pelonggaran Rasio Loan to Value (LTV) atau Rasio Financing to Value (FTV) untuk kredit properti dan penurunan uang muka untuk kredit kendaraan bermotor.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens


0 komentar:

Posting Komentar