SRIL Jajaki 5 Negara Tujuan Ekspor Baru, Laju Sahamnya Kejar Resistance Terdekat


Tahun ini PT Sri Rejeki Isman Tbk. tengah menjajaki negara tujuan eskpor baru untuk memasarkan bisnis seragam militer perseroan. SRIL menargetkan setidaknya dapat menambah lima negara tujuan ekspor baru yakni Kamboja, Peru, Australia, Brazil, dan Kosovo.
Adapun selain mengincar perluasan seragam miliiter, pasar ekspor baru yang diincar juga meliputi konsumen untuk pembelian benang. Sebagai informasi, pada kuartal I/2015, emiten yang dikenal dengan nama Sritex tersebut melakukan ekspor mencapai 46% dari total pendapatan, sementara 54% dijual di pasar domestik. Penjualan ekspor disalurkan ke negara di Asia sebesar 28%, Eropa 8%, Amerika 6%, dan Afrika 4%.
Hingga kuartal I tahun 2015, SRIL membukukan kenaikan laba menjadi US$14,84 juta dari laba tahun berjalan kuartal I 2014 yakni US$13,31 juta. Kinerja tersebut ditopang penjualan menjadi US$166,74 juta per Maret 2015, naik dibandingkan penjualan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$154,667 juta.
Adapun beban pokok naik jadi US$124,46 juta dari beban pokok periode sama tahun sebelumnya yakni US$113,63 juta, dan laba bruto naik jadi US$32,93 juta dari laba bruto periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$28,09 juta.
Sementara laba dari operasi per kuartal I 2015 naik jadi US$26,66 juta dari laba operasi periode sama tahun sebelumnya yakni US$22,57 juta. Laba sebelum pajak kuartal I 2015 juga mengalami kenaikan menjadi US$18,78 juta dari US$16,94 juta di kuartal I 2014. Adapun pada posisi neraca, total aset per Maret 2015 mencapai US$679,83 juta, turun dari total aset per Desember 2014 yang US$698,86 juta.
Guna menunjang kinerja perseroan di tahun 2015, SRIL telah menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD104 juta. Dana tersebut nantinya bakal dialokasikan untuk belanja beberapa kebutuhan perusahaan. Adapun pihak SRIL menyatakan dana tersebut nantinya bakal digunakan untuk belanja kain dan garmen.
Saat ini pertumbuhan ekspor perusahaan mengalami peningkatan yang cukup signifikan, untuk bidang fashion, benang, kain jadi dan seragam kerja atau uniform. Pasar yang mengalami tujuan utama ekspor Sritex adalah negara-negara Asia dan Amerika. Pertumbuhan penjualan domestik dan ekspor pada tahun ini sekitar tujuh persen jika dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD). SRIL telah memiliki pabrik sebanyak tiga buah yang ada di Sukoharjo, Solo dan Semarang dan pihak perusahaan telah berhasil meraup total penjualan pada tahun lalu sebesar USD589 juta.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (30/6/15) saham SRIL dibuka pada level 303 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 303 dan bergerak dalam kisaran 303 – 320 dengan volume perdagangan saham mencapai 112 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SRIL sejak awal bulan Januari terlihat terus dalam tren penguatan lanjutan. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola White Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan SRIL dalam potensi pergerakan positif. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju SRIL masih akan dalam tren menguat dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan SRIL. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp280 hingga target resistance di level Rp340.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens


0 komentar:

Posting Komentar