Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona merah. Pagi ini (4/6) indeks tercatat dibuka turun 0.17 persen ke level 5,121.55. Sebanyak 27 saham menguat, 52 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar Rp68 miliar dari 12 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak 41.448 kali.
Secara sektoral, pada pembukaan pagi ini semua sektor dibuka melemah yang dipimpin oleh sektor Infrastruktur dan Aneka Industri yang masing-masing turun sebesar 0.3 dan 0.25 persen. Adapun saham yang menekan IHSG antara lain BBRI, ASII, TLKM, INDF dan BSDE.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam penguatan terbatas, tarik menarik sentiment antara aksi bargain hunting pada saham-saham bluechip yang mengalami koreksi tajam pada perdagangan akhir pekan lalu dan tekanan terhadap rupiah. IHSG juga dapat memanfaatkan sentimen positif dari penguatan bursa global yang ditopang oleh isu mulai adanya kepastianan pada perkembangan utang Yunani.
Namun IHSG patut mewaspadai pelemahan lanjutan rupiah terhadap dollar AS menyusul pernyataan dari Gubernur The Fed Janet Yellen yang mengharapkan untuk menaikkan suku bunga tahun ini jika proyeksi ekonomi sesuai prediksinya. Hal ini akan dilanjutkan dengan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap.
Adanya sentimen negatif dari data inflasi Mei 2015 sebesar 0sa,5 persen, inflasi tahun kalender sebesar 0,42 persen, inflasi dari tahun ke tahun sebesar 7,15 persen. Serta PLN akan menaikkan lagi tarif listrik bagi pelanggan komersial atau nonsubsidi pada Juni 2015 untuk lima golongan pelanggan pada Juni 2015 ini naik Rp 9,43 (0,62 persen) dibanding bulan sebelumnya menjadi Rp 1.524,24 per kWh.
Pada hari ini dan diperkirakan akan di kisaran support 5.100-5.120, dan resisten 5.210 – 5230. Saham-saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan hari ini antara lain saham CPIN, INCO, BSDE dan SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar