Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat penutupan perdagangan hari ini (3/6/15) tercatat mengalami pelemahan sebesar 1.6% ke level 5,130.5. Adapun indeks LQ 45 tercatat turun 1.94% ke level 887. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 5.129 dan level tertinggi 5,205.56.
Pada hari ini sebanyak 8.86 miliar saham diperdagangkan senilai Rp7.98triliun dan dengan intensitas sebanyak 244.217 kali. Dari saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 91 saham menguat, 206 saham melemah, dan sisanya stagnan. Dari indeks sektoral, semua sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh sektor aneka industri dan keuangan yang masing-masing melemah sebesar 3.45% dan 2.85%. Saham-saham yang menekan IHSG hari ini yakniBBRI, BBCA, BMRI, ASII, ITMG dan INDF. Pada hari ini terjadi foreign net sell senilai 521 miliar.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan terbatas ditengah pelemahan bursa global dan tarik menarik sentiment antara aksi bargain hunting pada saham-saham bluechip dan tekanan terhadap rupiah. IHSG juga dapat memanfaatkan sentimen positif dari rilis data makroekonomi lokal di awal bulan.
Namun IHSG patut mewaspadai pelemahan lanjutan rupiah terhadap dollar AS menyusul pernyataan dari Gubernur The Fed Janet Yellen yang mengharapkan untuk menaikkan suku bunga tahun ini jika proyeksi ekonomi sesuai prediksinya. Hal ini akan dilanjutkan dengan kenaikan suku bunga acuan secara bertahap.
Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Mei 2015 sebesar 0,5 persen, inflasi tahun kalender sebesar 0,42 persen, inflasi dari tahun ke tahun sebesar 7,15 persen. Inflasi komponen inti sebesar 0,23 persen, dan inflasi inti tahun ke tahun sebesar 5,04 persen. Inflasi harga bergejolak tercatat paling tinggi sebesar 1,52 persen.
PLN melaporkan akan menaikkan lagi tarif listrik bagi pelanggan komersial atau nonsubsidi pada Juni 2015 setelah hal sama berlaku pada Mei lalu.arif listrik nonsubsidi untuk lima golongan pelanggan pada Juni 2015 ini naik Rp 9,43 (0,62 persen) dibanding bulan sebelumnya menjadi Rp 1.524,24 per kWh.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar