TAXI Putuskan Tak Bagi Dividen, Laju Sahamnya Konsolidasi dalam Range Sempit


Meskipun berhasil mencetak laba di tahun 2014, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) memtuskan untuk tidak memberikan bagi hasil atau dividen kepada pemegang saham di tahun ini. TAXI mengukapkan bahwa perseroan masih membutuhkan dana untuk peningkatan layanan di tahun ini. Adapun peningkatan layanan yang dilakukan perseroan berupa peremajaan armada dan lainnya. Dengan demikian perseroan bisa meraih kinerja bisnis yang lebih baik tahun ini, jika dibanding raihan tahun lalu.
Sepanjang tahun 2014, TAXI berhasil meraih pendapatan sebesar Rp889,72 miliar atau naik dibandingkan pendapatan Rp686,91 miliar dan beban langsung naik jadi Rp492,15 miliar dari beban langsung tahun sebelumnya Rp377,39 miliar. Adapun laba kotor naik jadi Rp397,57 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp309,52 miliar dan beban umum naik jadi Rp114,87 miliar dari beban umum tahun sebelumnya Rp88,49 miliar.
Sementara Laba usaha tahun 2014 tercatat menjadi Rp282,69 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya Rp221,02 miliar. Beban lain-lain bersih naik jadi Rp130,12 miliar dari Rp47,07 miliar. Laba sebelum pajak turun jadi Rp152,57 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp183,95 miliar. Laba bersih turun jadi Rp118 miliar dari laba bersih tahun sbeelumnya Rp132,42 miliar. Total aset per Desember 2014 mencapai Rp3,01 triliun, naik dari total aset per Desember 2013 yang sebesar Rp2,13 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (3/6/15) saham TAXI dibuka pada level 1,020 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,010 dan bergerak dalam kisaran 980.00 – 1,020 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,84 juta lembar saham.  
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TAXI sejak awal bulan Maret terpantau bergerak terus melesat menembus level resistance namun saat ini pergerakannya rawan akan koreksi teknikal. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Long Legged Doji terbentuk pada Upper Bolinger Band yang menunjukan TAXI dalam potensi menguat. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan TAXI dalam potensi melanjutkan koreksi terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TAXI dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TAXI. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp1000 hingga target resistance di level Rp1220.

Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar