Menhub Resmikan Terminal Batu Bara Bukit Asam, Laju Saham PTBA Diuji Level Terendah
PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) meresmikan pelabuhan batu bara Bukit Asam Coal Terminal di Tarahan, Bandar Lampung yang dihadiri Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Dengan adanya pelabuhan ini perseroan berencana menaikkan volume penjualan tahun ini sebesar 26% menjadi 24 juta ton dari 19,07 juta ton pada 2014. Untuk mendukung penjualan tersebut, emiten berkode saham PTBA itu harus memenuhi angka produksi dan pembelian batu bara sebesar 23,70 juta ton atau 23% lebih tinggi dibandingkan dengan produksi dan pembelian tahun lalu.
Oleh karna itu, PTBA memerlukan peningkatkan kapasitas Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung menjadi 25 juta ton per tahun. PTBA telah merampungkan penambahan sebuah dermaga atau jetty baru yang dapat disandari oleh kapal dengan bobot 210.000 DWT (capesize), di samping jetty lama dengan kapasitas sandar 80.000 DWT (Panamax). Adapun pelabuhan Tarahan tersebut didukung PLTU dengan kapasitas 2×8 MW, stokpile 1 juta ton kapasitas RCD empat gerbong sekaligus dengan 6000 ton/jam.
Hingga Kuartal I 2015, PTBA mengalami penurunana kinerja dengan mencetakan laba bersih hanya sebesar Rp340,33 miliar atau lebih rendah 36,5% dari tahun sebelumnya Rp536,3 miliar. Padahal, PTBA berhasil mengantongi penjualan sepanjang periode Januari-Maret 2015 sebesar Rp3,27 triliun atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,09 triliun. Namun, beban pokok penjualan juga terkerek menjadi Rp2,5 triliun dari Rp2,09 triliun.
Alhasil, laba kotor yang diraup Bukit Asam tertekan menjadi Rp770,93 miliar dari sebelumnya Rp997,85 miliar. Laba usaha tak ketinggalan yang turun menjadi Rp359,18 miliar dari Rp628,72 miliar. Laba sebelum pajak dibukukan sebesar Rp462,33 miliar dari Rp731,13 miliar. Sehingga, laba periode berjalan mencapai Rp340,38 miliar dari Rp541,69 miliar. Sementara untuk posisi neraca, per Maret 2015 total aset Bukit Asam mencapai Rp15,31 triliun dari akhir tahun lalu Rp14,81 triliun. Liabilitas Rp6,99 triliun dari Rp6,14 triliun dan ekuitas Rp8,32 triliun dari Rp8,67 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (10/6/15) saham PTBA dibuka pada level 9,125 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 9,125 dan bergerak dalam kisaran 9,075 – 9,325 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,76 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham PTBA sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan dan menyentuh level terendahnya namun saat ini dalam upaya mencari tumpuan rebound. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat dan pola Black Marubozu menembus Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan PTBA dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju PTBA masih akan dalam rebound terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan PTBA. Rekomendasai Trading pada target level resistance di level Rp9100 hingga target support di level Rp10600.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar