SMRA Tebar Dividen 290 Miliar, Laju Sahamnya Tutup Gap Pelemahan
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang sahamnya sebesar Rp20 per saham atau dividen payout ratio sebesar 21% dari perolehan laba bersih perseroan sepanjang tahun 2014.
Selain akan dibagikan sebagai deviden, sisa dari laba bersih tersebut akan difungsikan sebagai dana cadangan dan dibukukan sebagai laba ditahan, guna mendukung bisnis perseroan tahun ini dan mendatang.
Sepanjang tahun 2014, SMRA berhasil membukukan kenaikan laba bersih 26,36 persen hingga periode Desember 2014 menjadi Rp1,39 triliun atau Rp96,92 per saham, jika dibandingkan dengan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,10 triliun atai Rp76,40 per saham. Kinerja tersebut ditopang oleh pendapatan bersih yang dihasilkan Summarecon mencapai Rp5,33 triliun, lebih tinggi 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp4,09 triliun. Namun margin laba bersih Summarecon cenderung stagnan di angka 26 persen.
Sementara pos beban pokok penjualan mengalami kenaikan hingga 30 persen, namun hal tersebut tidak menahan laju laba kotor. Sehingga pada pos laba kotor SMRA naik menjadi Rp2,78 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp2,14 triliun, dan laba usaha naik jadi Rp1,86 triliun dari laba usaha tahun sebelumnya Rp1,35 triliun. Laba sebelum pajak naik menjadi Rp1,68 triliun dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp1,32 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (10/6/15) saham SMRA dibuka pada level 1,705 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,680 dan bergerak dalam kisaran 1,685 – 1,740 dengan volume perdagangan saham mencapai 7,8 juta lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMRA sejak awal Februari terpantau telah berada pada tren konsolidasi dan saat ini SMRA berada dalam potensi koreksi teknikal. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Bullish Engulfing terbentuk pada Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan SMRA dalam potensi pelemahan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju SMRA masih akan dalam tekanan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan SMRA. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp1650 hingga target resistance di level Rp1990.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar