PTBA Targetkan Penjualan Capai 24 Juta Ton, Laju Sahamnya Cari Tumpuan Bangkit


Tahun ini, PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. membidik pertumbuhan volume penjualan batu bara melonjak 33,3%. Adapun perseroan menargetkan volume penjualan batu bara tahun ini dapat mencapai 24 juta ton dibandingkan dengan tahun lalu 18 juta ton. Untuk target awal penjualan batu bara sekitar 24 juta ton dengan estimasi kinerja angkutan PT Kereta Api Indonesia menjadi andalan. Sementara hingga kuartal I/2015 PTBA baru berhasil menjual 4,58 juta ton batu bara naik 8,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya 4,21 juta ton.

Hingga Kuartal I 2015, PTBA mengalami penurunan kinerja dengan mencetakan laba bersih hanya sebesar Rp340,33 miliar atau lebih rendah 36,5% dari tahun sebelumnya Rp536,3 miliar. Padahal, PTBA berhasil mengantongi penjualan sepanjang periode Januari-Maret 2015 sebesar Rp3,27 triliun atau naik dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp3,09 triliun. Namun, beban pokok penjualan juga terkerek menjadi Rp2,5 triliun dari Rp2,09 triliun.

Alhasil, laba kotor yang diraup Bukit Asam tertekan menjadi Rp770,93 miliar dari sebelumnya Rp997,85 miliar. Laba usaha tak ketinggalan yang turun menjadi Rp359,18 miliar dari Rp628,72 miliar. Laba sebelum pajak dibukukan sebesar Rp462,33 miliar dari Rp731,13 miliar. Sehingga, laba periode berjalan mencapai Rp340,38 miliar dari Rp541,69 miliar. Sementara untuk posisi neraca, per Maret 2015 total aset Bukit Asam mencapai Rp15,31 triliun dari akhir tahun lalu Rp14,81 triliun. Liabilitas Rp6,99 triliun dari Rp6,14 triliun dan ekuitas Rp8,32 triliun dari Rp8,67 triliun.

Saat ini, pemegang saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. masih digenggam mayoritas oleh pemerintah sebesar 65,02%. Sedangkan, sebanyak 34,98% saham PTBA dimiliki oleh publik.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (11/6/15) saham PTBA dibuka pada level 9,200 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 9,050 dan bergerak dalam kisaran 9,025 – 9,300 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,05 juta lembar saham.                  

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham PTBA sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan dan menyentuh level terendahnya namun saat ini dalam upaya mencari tumpuan rebound. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat dan pola Black Marubozu menembus Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.

Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan PTBA dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju PTBA masih akan dalam rebound terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan PTBA. Rekomendasai Trading pada target level resistance di level Rp9100 hingga target support di level Rp10600.





Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens


0 komentar:

Posting Komentar