SRTG Putuskan Tak Bagi Dividen, Laju Sahamnya Coba Tutup Gap Pelemahan
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) memutuskan tidak membagi hasil keuntungan yang diraih tahun buku 2014 kepada pemegang sahamnya. SRTG menyatakan bahwa seluruh keuntungan perseroan tahun buku 2014 akan digunakan sebagai modal untuk memperkuat bisnis di tahun 2015. Dalam RUPSLB tersebut pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Sandiaga S. Uno dari jabatannya sebagai presiden direktur dan mengangkat Michael W.P Soeryadjaya sebagai penggantinya.
Sebagai informasi, SRTG harus menerima mengalami penurunan laba tajam sebesar 98,02 persen pada kuartal I 2015 menjadi Rp8,78 miliar dibandingkan laba periode sama tahun sebelumnya yang Rp444,26 miliar. Anjloknya laba tersebut ditekan oleh pendapatan neto yang turun jadi Rp1,07 triliun dari pendapatan neto tahun sebelumnya yang Rp1,57 triliun dan beban pokok pendapatan turun jadi Rp793,61 miliar dibandingkan beban pokok tahun sebelumnya Rp1,41 triliun.
Sementara laba bruto naik jadi Rp280,25 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp164,89 miliar. Beban usaha naik jadi Rp76,42 miliar dari beban usaha tahun sebelumnya yang Rp51,19 miliar. Laba usaha naik jadi Rp203,83 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp113,69 miliar.
Tekanan juga terjadi pada rugi selisih kurs yang mencapai Rp118,38 miliar dari sebelumnya mengantongi laba kurs Rp159,33 miliar. Sehingga, laba sebelum pajak terjungkal menjadi Rp159,53 miliar dari sebelumnya Rp533,75 miliar. Pada posisi neraca , umlah aset per Maret 2015 turun jadi Rp15,98 triliun dari jumlah aset per Desember 2014 yang Rp16,34 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (11/6/15) saham SRTG dibuka pada level 4,910 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 4,880 dan bergerak dalam kisaran 4,910 – 4,910 dengan volume perdagangan saham mencapai 8,500 lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SRTG sejak akhir Januari terpantau bergerak dalam pelemahan akibat koreksi dan menuju level support namun saat ini telah terlihat bergerak konsolidasi dan menunjukan potensi koreksi. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Hammer terbentuk pada Upper Bolinger Band yang menunjukan SRTG dalam potensi rebound. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan SRTG dalam potensi pelemahan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju SRTG masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan SRTG. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp4500 hingga target resistance di level Rp5200.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar