Siapkan Dana Guna Bayar Obligasi, APLN Jaga Momentum Rebound


PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) segera merogoh kocek guna melakukan pembayaran kupon bunga obligasi berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2015 yang pertama. Adapun pihak APLN telah menyiapkan dana sebesar Rp2,78 miliar untuk pembayaran pertama kupon bunga obligasi tersebut. Pelaksanaan pembayaran kupon bunga obligasi tersebut akan mulai dilakukan oleh perseroan pada hari Kamis (25/06).
Adapun obligasi berkelanjutan I tahap IV ini diterbikan pada tahun 2015 dengan jumlah pokok sebesar Rp99 miliar dan memiliki tingkat kupon bunga sebesar Rp11,25%. Disamping itu, obligasi ini juga telah mendapatkan peringkat ‘idA’ yang diberikan oleh Lembaga Pemeringkat Pefindo.
APLN membukukan laba bersih naik tipis pada 2014. Laba bersih hanya naik 0,4 persen menjadi Rp 854,93 miliar pada 2014 dari periode 2013 sebesar Rp 851,43 miliar. Kenaikan laba bersih itu didukung dari penjualan dan pendapatan yang naik 8,06 persen menjadi Rp 5,29 triliun pada 2014 dari periode 2013 sebesar Rp 4,90 triliun. Beban pokok penjualan dan beban langsung naik menjadi Rp 2,64 triliun pada 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,54 triliun.
Hal itu mendorong laba kotor naik 12,73 persen menjadi Rp 2,65 triliun pada 2014. Kenaikan laba bersih hanya naik tipis didorong kenaikan di pos beban. Sementara beban penjualan naik 3,61 persen dari Rp 398,11 miliar pada 2013 menjadi Rp 412,49 miliar. Beban umum dan administrasi naik 19,32 persen menjadi Rp 812,74 miliar pada 2014. Selain itu, beban bunga bunga naik menjadi Rp 613,84 miliar.
Meski demikian, perseroan mencatatkan kenaikan penghasilan bunga dari Rp 148 miliar pada 2013 menjadi Rp 220,56 miliar pada 2014. Melihat kinerja itu, laba per saham dasar hanya naik tipis menjadi Rp 41,72 pada 2014 dari periode 2013 sebesar Rp 41,53. Di pos liabilitas, perusahaan properti ini mencatatkan kenaikan terutama liabilitas jangka panjang. Total liabilitas naik 27,63 persen menjadi Rp 9,26 triliun pada 31 Desember 2014 dari periode 31 Desember 2013 sebesar Rp 7,25 triliun. Ekuitas naik menjadi Rp 8,46 triliun pada 31 Desember 2014. Perseroan mengantongi kas sebesar Rp 4,33 triliun pada 31 Desember 2014 dari periode 31 Desember 2013 sebesar Rp 3,17 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (25/6/15) saham APLN dibuka pada level 375 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 368 dan bergerak dalam kisaran 373 – 383 dengan volume perdagangan saham mencapai 10,2 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham APLN sejak awal bulan April terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke level support kuatnya, namun saat ini dalam potensi teknikal rebound terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola White Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan APLN dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju APLN masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan APLN. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp320 hingga target resistance di level Rp400.

Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar