Tambah Kepemilikan SKF Indonesia, Laju Saham AUTO dalam Tekanan Lanjutan
PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) telah mengakuisisi 25,8% saham milik perusahaan yang didirikan di Swedia dalam PT SKF Indonesia senilai Rp67,1 miliar. Perseroan membeli 22.969 lembar saham dalam PT SKF Indonesia milik Aktiebolanget SKF. Dengan begitu, kepemilikan AUTO di SKF Indonesia kini mencapai 40% dari sebelumnya 14,2%. Sedangkan, Aktiebolaget SKF Swedia menggenggam 60% saham dari sebelumnya 85,8%.
Sebagai informasi SKF Indonesia memiliki kegiatan usaha untuk memproduksi bantalan peluru atau bearing kendaraan roda dua maupun roda empat. Anak usaha PT Astra International Tbk. (ASII) tersebut memiliki tujuan untuk mengembangkan bisnis bearing dalam pemenuhan pasar domestik dan internasional. Peningkatan saham itu, sambungnya, juga untuk meningkatkan produktifitas operasional dan pemasaran SKF Indonesia.
Untuk tahun 2015, emiten suku cadang PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp4 triliun hingga Rp 4,5 triliun. Nilai ini lebih rendah bila dibanding realisasi capex pada tahun 2014 yang mencapai Rp 4,6 triliun. Adapun sumber pendanaan berasal dari hasil kombinasi antara kas internal perusahaan dan pinjaman perbankan.
AUTO tengah berhati–hati dalam mengalokasikan dana belanja modal mengingat kondisi tahun ini yang diperkirakan masih sama dengan tahun 2014. Seperti, pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar mata uang. Untuk itu, perseroan akan memacu pendapatan melalui peningkatan kapasitas produksi dan penambahan portofolio produk dengan membangun pabrik – pabrik baru. Selain itu, perseroan juga menerapkan strategi pemasaran yang berorientasi kepada kebutuhan konsumen.
Sepanjang tahun 2014, AUTO berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp12,26 triliun atau mengalami kenaikkan sebesar 14,52% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp10,70 triliun. Meski begitu, bottom line kinerja keuangan yang tercatat pada laba bersih mengalami penurunan sebesar 8,05% pada 2014 menjadi Rp871,66 miliar dibandingkan tahun 2013 senilai Rp948,01 miliar. Hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan biaya material yang disebabkan oleh pelemahan mata uang rupiah dan upah karyawan yang tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pelanggan.
Adapun peningkatan pendapatan AUTO ditopang dari segmen trading yang berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 16,14% menjadi Rp5,05 triliun didorong adanya peningkatan permintaan dari pasar suku cadang pengganti dan ekspor. Sementara untuk segmen manufaktur mencatat peningkatan pendapatan sebesar 13,40% menjadi Rp7,20 triliun sehubungan dengan adanya pengakuisisian perusahaan baru, Pakoakuina, di mana pada tahun 2013 hanya tercatat selama delapan bulan, sedangkan tahun 2014 tercatat penuh dan didukung oleh pertumbuhan industri otomotif.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (16/6/15) saham AUTO dibuka pada level 2,400 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,400 dan bergerak dalam kisaran 2,375 – 2,400 dengan volume perdagangan saham mencapai 10,200 lembar saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham AUTO sejak akhir Februari terpantau bergerak dalam pelemahan akibat koreksi dan menuju level support. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu terbentuk pada Lower Bolinger Band yang menunjukan AUTO dalam potensi rebound. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan AUTO dalam potensi pelemahan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju AUTO masih akan mencoba menguji level support dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan AUTO. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp2000 hingga target resistance di level Rp3200.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar