PT Adhi Karya (Persero) Tbk. melebur dua anak usaha sektor properti, yakni PT Adhi Persada Realti (APR) ke dalam PT Adhi Persada Properti (APP). Adapun penggabungan kedua anak usaha perseroan secara resmi setelah dikantonginya surat dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Surat dari Kemenkumham diperoleh pada 7 Juli 2015.
Dengan penggabungan tersebut, maka kepemilikan saham perseroan pada APP menjadi sebesar 99,7%. Adhi Karya juga memutuskan untuk membatalkan rencana penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) Adhi Persada Properti, setelah induk usaha mengantongi PMN melalui aksi right issue Rp2,7 triliun.
Sepanjang periode 2014, ADHI berhasil membukukan laba bersih ADHI sebesar Rp324,07 miliar atau turun dari periode sebelumnya yang mencapai Rp405,97 miliar. Hal tersebut disebabkan oleh penurunan pendapatan menjadi Rp8,6 triliun dari periode sebelumnya yang mencapai Rp9,7 triliun.
Sementara itu laba kotor ADHI juga merosot menjadi Rp998,2 miliar dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp1,19 triliun. Laba kotor setelah ventura bersama konstruksi juga turun menjadi Rp1,01 triliun dari sebelumnya Rp1,24 triliun. Adapun posisi laba per saham ADHI juga mengalami penurunan menjadi Rp179,91 dari sebelumnya Rp225,38. Total aset ADHI hingga 31 Desember 2014 mencapai Rp10,45 triliun dari sebelumnya Rp9,72 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (9/7/15) saham ADHI dibuka pada level 2,910 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,950 dan bergerak dalam kisaran 2,875 – 2,965 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,72 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ADHI sejak awal bulan April terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke level support kuatnya, namun saat ini dalam potensi teknikal rebound terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan ADHI dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ADHI masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan ADHI. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp1550 hingga target resistance di level Rp3250.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar