AISA Beri Pinjaman Anak Usaha, Laju Sahamnya Tembus Resistance Terdekat


PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk (AISA) memberikan fasilitas pinjaman kepada anak usahanya yaitu PT Dunia Pangan (DP) dan lima entitas anak usahanya. Besaran pinjaman yang diberikan senilai Rp1 triliun dengan tingkat bunga sebesar 12,25% berjangka waktu 10 tahun. Adapun kelima anak usaha PT Dunia Pangan (DP) yang juga mendapatkan fasilitas pinjaman ini yaitu PT Jatisari Srirejeki (JSR), PT Indo Beras Unggul (IBU), PT Sukses Abadi Karya Inti (SAKTI), PT Tani Unggul Usaha (TUU) dan PT Swasembada Tani Selebes (STS). Perseroan berharap dengan fasilitas pinjaman ini dapat digunakan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kinerja anak usaha dan entitas anak usahanya.
Hingga kuartal pertama tahun ini, AISA berhasil mengalami kenaikan laba bersih sebesar 26,41 persen menjadi Rp123,96 miliar dibandingkan laba bersih periode kuartal pertama tahun ini yang Rp98,06 miliar. Kinerja tersebut ditopang penjualan neto naik menjadi Rp1,60 triliun dibandingkan penjualan neto tahun sebelumnya yang Rp1,15 triliun dan beban pokok naik jadi Rp1,29 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp896,36 miliar.
Laba kotor naik menjadi Rp308,07 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang Rp256,86 miliar. Laba usaha meningkat menjadi Rp220,94 miliar dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp180,92 miliar. Sementara laba sebelum pajak tercatat Rp172,14 miliar meningkat dibandingkan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp135,99 miliar. Sementara dari posisi neraca, jumlah aset per Maret 2015 mencapai Rp7,69 triliun naik dari jumlah aset per Desember 2014 yang Rp7,37 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (2/7/15) saham AISA dibuka pada level 1,930 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,930 dan bergerak dalam kisaran 1,930 – 1,975 dengan volume perdagangan saham mencapai 2,42 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham AISA sejak awal Mei terpantau telah berada pada tren bearish dan tertekan menuju level supportnya namu saat ini dalam potensi bullish reversal dan menembus level resistance 1930. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola White Marubozu terbentuk pada Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan AISA dalam potensi pelemahan lanjutan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju AISA masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan AISA. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp1700 hingga target resistance di level Rp2075.



Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar