Telkom-TBIG Perpanjang Perjanjian Share Swap, Laju Saham TLKM Kejar Resistance Terdekat


PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memperpanjang perjanjian pemenuhan syarat tukar guling saham (share swap) PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dengan PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) pascaberakhirnya masa perjanjian pada 30 Juni 2015. Sehingga pihak TLKM memastikan bahwa transaksi ini tidak batal. TLKM bersama TBIG sepakat untuk melakukan perpanjangan tanggal pemenuhan syarat-syarat perjanjian dari selambat-lambatnya tanggal 31 juni 2014, menjadi selambat-lambatnya 31 Maret 2016.
TLKM menyatakan langakah memperpanjang masa CSEA karena perseroan sangat menghormati proses review dan klarifikasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang berlangsung dan juga Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR yang sedang diskors. Adapun sebelumnya, Menteri BUMN Rini M Soemarno saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (30/6) menyatakan ada kemungkinan mega transaksi itu batal.
Sebagai informasi, sebelumnya TLKM sudah menandatangani perjanjian untuk menukar 49 persen kepemilikan pada Mitratel dengan 5,7 persen kepemilikan pada TBIG. Selanjutnya, TLKM juga memiliki opsi untuk menukar 51 persen kepemilikan pada Mitratel dengan 473 juta saham baru di TBIG.
Melihat kinerja keuangan hingga kuartal I-2015, TLKM mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 5,50 triliun, meningkat 7,42% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,12 triliun. Selain itu, laba usaha perseroan hingga Maret 2015 menjadi Rp 7,44 triliun, meningkat 7,67% dari kuartal yang sama pada tahun sebelumnya Rp 6,91 triliun.
Sementara itu, laba per saham dasar TLKM naik 5,22% menjadi Rp 38,85 per saham dari periode sebelumnya Rp 36,92 per saham. Total aset TLKM hingga kuartal I-2015 mencapai Rp 146,67 triliun atau meningkat 3,30% dibandingkan kuartal yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 141,82 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (2/7/15) saham TLKM dibuka pada level 2,930 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,920 dan bergerak dalam kisaran 2,925 – 2,940 dengan volume perdagangan saham mencapai 47,4 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham TLKM sejak awal bulan Maret terlihat terus mengalami koreksi dan menembus level support, namun saat ini berusaha bergerak naik dimana indikator MA sudah bergerak naik dan pola Doji Star menembus Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jual.
Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju TLKM masih akan menguat terbatas dalam pergerakan mingguan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan TLKM. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp2750 hingga target resistance di level Rp3000.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar