Melalui anak usahnya, PT Astra Internasional Tbk (ASII) mengincar proyek jalan tol senilai Rp10 triliun dalam waktu empat hingga lima tahun ke depan. Adapun anak usaha tersbut adalah PT Astratel Nusantara yang menggarap bisnis tol. Saat ini ruas tol yang dimiliki perseroan sekitar 102 kilometer yang terbagi dalam tiga konsensi. Perseroan berkeinginan menambah kepemilikan tol menjadi sepanjang 150 kilometer dalam lima hingga tujuh tahun ke depan.
Ketiga konsesi tersebut adalah ruas tol Tangerang-Merak, ruas Mojokerto-Kertosono, dan ruas Kunciran-Serpong. Bisnis tol ASII dijalankan oleh anak usahanya, PT Astratel Nusantara. Tahun ini, belanja modal infrastruktur perseroan sekitar Rp960 miliar atau 8 persen dari total capital expenditure ASII sebesar Rp12 triliun.
Hingga kuartal I 2015, ASII membukukan penurunan utang bank jangka pendek menjadi Rp5.7 triliun, dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2014 yang tercatat Rp6.6 triliun. Porsi utang bank jangka pendek dalam mata uang rupiah terbesar berasal dari CIMB Niaga sebesar Rp1 triliun naik dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2014 yang tercatat hanya sebesar Rp200 miliar dengan tingkat suku bunga 8-8.5%
ASII juga tercatat memiliki utang bank jangka panjang senilai Rp10.34 triliun. Porsi utang bank jangka panjang dalam mata uang rupiah terbesar berasal dari Bank Mandiri sebesar Rp1.6 triliun turun dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2014 yang tercatat sebesar Rp2.1 Triliun dengan tingkat suku bunga 8.25-11%
Hingga tiga bulan pertama tahun 2015, ASII membukukan laba bersih sebesar Rp3,99 triliun atau merosot 16% dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya Rp4,72 triliun. Raihan tersebut tertekan oleh pendapatan bersih perseroan yang juga mengalami penurunan 9% menjadi Rp45,18 triliun pada kuartal I/2015 dari setahun sebelumnya Rp49,82 triliun.
Penurunan pendapatan Astra International disebabkan oleh turunnya penjualan otomotif, agribisnis, dan alat-alat berat. Divisi agribisnsis tersebut merosot akibat rendahnya harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) sehingga menekan kontribusi dari divisi agribisnis sebesar 80%. Sementara penurunan dari divisi otomitif sebesar 21%. Akan tetapi, penurunan itu diimbangi oleh kenaikan divisi teknologi informasi sebesar 42%, peningkatan 21% dari divisi jasa keuangan dan peningkatan 3% dari divisi alat berat dan pertambangan.
Adapun nilai aset bersih per saham tercatat sebesar Rp 2.476 2015, meningkat sebesar 5 persen dibandingkan dengan akhir tahun 2014. Secara keseluruhan posisi kas bersih Astra, tidak termasuk anak-anak perusahaan divisi jasa keuangan mencapai Rp 1,3 triliun, dibandingkan dengan utang bersih sebesar Rp3,3 triliun pada akhir tahun 2014. Bisnis jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp 45,5 triliun, dibandingkan dengan akhir tahun 2014 sebesar Rp 45,9 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (3/7/15) saham ASII dibuka pada level 7,025 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 7,075 dan bergerak dalam kisaran 7,025 – 7,075 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,08 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ASII sejak awal Januari terpantau bergerak dalam penguatan namun saat ini bergerak dalam potensi koreksi teknikal. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu terbentuk pada Lower Bolinger Band yang menunjukan ASII dalam potensi koreksi. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak turun ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan ASII dalam potensi koreksi terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju ASII masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan ASII. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp6500 hingga target resistance di level Rp8150.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar