BNGA Raih Peringkat idAAA, Laju Sahamnya Coba Keluar dari Tekanan


PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat ‘idAAA’ untuk PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dengan prospek peringkat untuk perusahaan adalah ‘Stabil’. Sedangkan untuk obligasi milik bank yang masih beredar, yaitu Obligasi I/2011 dan Obligasi I/2012 dengan skema Penawaran Umum Berkelanjutan atau PUB juga disematkan peringkat yang sama.
Adapun pefndo menilai peringkat tersebut mencerminkan dukungan yang sangat kuat dari CIMB Group Holdings Bhd (Grup) sebagai pemegang saham pengendali, posisi bisnis yang sangat kuat, serta profil likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang kuat. Namun, peringkat ini juga dibatasi oleh tekanan pada kualitas aset dan profitabilitas karena tantangan kondisi makroekonomi. Peringkat Bank CIMB Niaga ini akan berlaku mulai periode pemeringkatan sejak tanggal 1 Juli 2015 sampai dengan 1 Juli 2016.
Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) merupakan bank komersial terbesar kelima di Indonesia, dan CIMB Group menjadi pemegang saham utama perusahaan sejak tahun 2004.Menurut data per 31 Maret 2015, CIMB Group Sdn Bhd, Malaysia (100% dimiliki oleh CIMB Group Holdings Bhd, Malaysia) menguasai 96,92% saham BNGA, sedangkan sisanya dimiliki oleh masyarakat (3,08%).
Sepanjang tahun 2014, laba CIMB Niaga mengalami penurunan 45,4 persen menjadi Rp2,34 triliun (audited) di 2014, dari posisi sebesar Rp4,30 triliun di akhir 2013. Pendapatan bunga dan syariah bank naik menjadi Rp20,81 triliun di tahun lalu, dari posisi sebesar Rp17,87 triliun di akhir 2013. Laba operasional bersih bank menjadi Rp 2,95 triliun di tahun lalu, atau turun dari posisi sebesar Rp 5,865 triliun di akhir 2013.
Total kredit perseroan menjadi Rp176,38 triliun di akhir 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp156,98 triliun di 2013. Total dana nasabah perseroan menjadi Rp174,72 triliun di akhir 2014, atau naik dari posisi sebesar Rp163,74 triliun di 2013. Total aset perseroan menjadi Rp233,16 triliun di 2014, atau naik dari posisi Rp218,87 triliun di akhir 2013.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (3/7/15) saham BNGA dibuka pada level 685 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 685 dan bergerak dalam kisaran 675 – 690 dengan volume perdagangan saham mencapai 603 ribu saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BNGA sejak awal Desember terpantau tengah mengalami pelemahan tajam terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Gravestone Doji berada pada Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan BNGA dalam potensi pelemahan lanjutan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BNGA masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BNGA. Rekomendasai Buy on Weakness pada target level support di level Rp650 hingga target resistance di level Rp790.



Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar