AUTO Dirikan Perusahaan Patungan Komponen, Laju Sahamnya Cari Tumpuan Bangkit


PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menggandeng perusahaan asal Jepang, yakni Bridgestone Corporation (Bridgestone), guna mengembangkan bisnis dibidang komponen otomotif dengan mendirikan perusahaan patungan (joint venture). Adapun perusahaan patungan yang akan memproduksi komponen otomotif, khususnya produk anti-vibration untuk kendaraan roda empat atau lebih ini nantinya akan berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.
Perusahaan patungan ini nanti akan memproduksi engine mounting, body mounting, dan suspension parts. Untuk produksi massal rencananya akan mulai dilaksanakan pada awal tahun 2016. Perusahaan patungan ini didirikan dengan dana investasi sebesar Rp174 miliar ini. Adapun komposisi kepemilikan sahamnya, sebanyak 51% saham dimiliki oleh Bridgestone, sedangkan sisanya 49% dimiliki oleh AUTO.
Sebagai informasi, Bridgestone merupakan perusahaan ban dan karet terbesar di dunia yang berpusat di Tokyo, Jepang. Perusahaan berdiri sejak 1 Maret 1931 dan memiliki 170 fasilitas manufaktur di 26 negara. Selain memproduksi ban, Bridgestone juga memproduksi berbagai macam produk diversifikasi, termasuk diantaranya komponen otomotif seperti anti-vibration products. Segmen bisnis terbesar Bridgestone adalah ban, yakni sebesar 84% dari total penjualan bersih perusahaan, sedangkan sisanya 16% adalah produk diversifikasi termasuk didalamnya komponen otomotif. 
Untuk tahun 2015, emiten suku cadang AUTO menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp4 triliun hingga Rp 4,5 triliun. Nilai ini lebih rendah bila dibanding realisasi capex pada tahun 2014 yang mencapai Rp 4,6 triliun. Adapun sumber pendanaan berasal dari hasil kombinasi antara kas internal perusahaan dan pinjaman perbankan.
AUTO tengah berhati–hati dalam mengalokasikan dana belanja modal mengingat kondisi tahun ini yang diperkirakan masih sama dengan tahun 2014. Seperti, pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan nilai tukar mata uang. Untuk itu, perseroan akan memacu pendapatan melalui peningkatan kapasitas produksi dan penambahan portofolio produk dengan membangun pabrik – pabrik.
Sepanjang tahun 2014, AUTO berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp12,26 triliun atau mengalami kenaikkan sebesar 14,52% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp10,70 triliun. Meski begitu, bottom line kinerja keuangan yang tercatat pada laba bersih mengalami penurunan sebesar 8,05% pada 2014 menjadi Rp871,66 miliar dibandingkan tahun 2013 senilai Rp948,01 miliar. Hal tersebut dikarenakan adanya kenaikan biaya material yang disebabkan oleh pelemahan mata uang rupiah dan upah karyawan yang tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pelanggan.
Adapun peningkatan pendapatan AUTO ditopang dari segmen trading yang berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 16,14% menjadi Rp5,05 triliun didorong adanya peningkatan permintaan dari pasar suku cadang pengganti dan ekspor. Sementara untuk segmen manufaktur mencatat peningkatan pendapatan sebesar 13,40% menjadi Rp7,20 triliun sehubungan dengan adanya pengakuisisian perusahaan baru, Pakoakuina, di mana pada tahun 2013 hanya tercatat selama delapan bulan, sedangkan tahun 2014 tercatat penuh dan didukung oleh pertumbuhan industri otomotif.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (6/7/15) saham AUTO ditutup flat pada level 2,400 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,400 dan bergerak dalam kisaran 2,375 – 2,400 dengan volume perdagangan saham mencapai 10,200 lembar saham.                    
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham AUTO sejak akhir Februari terpantau bergerak dalam pelemahan akibat koreksi dan menuju level support. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu terbentuk pada Lower Bolinger Band yang menunjukan AUTO dalam potensi rebound. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan AUTO dalam potensi pelemahan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju AUTO masih akan mencoba menguji level support dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan AUTO. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp2000 hingga target resistance di level Rp3200.


Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar