Setelah berhasil menaikkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) dalam 6 bulan pertama tahun ini, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) berencana melakukan ekspansi ke sektor energi dengan membangun pembangkit listrik tenaga biogas atau biasa disebut PLTB. SSMA beralasan membangun pembangkit listrik ini guna memanfaatkan limbah kelapa sawit yang mereka miliki.
Pembangunan pembangkit listrik ini membutuhkan dana investasi sekitar $ 8 juta (Rp106 miliar)dengan perincian satu PLTB membutuhkan sekitar $ 4 juta dengan kapasitas 2 megawatt. Selain itu lokasi yang akan digunakan untuk ekspansinya ini di sekitar ladang sawit yang besar yaitu Pangkalan Bun dan Suluh (Kalimantan Tengah).
Jika melihat pergerakan sahamnya di perdagangan bursa saham hari Senin (13/4), SSMS ditutup naik 0,3% ke posisi harga 1940 dalam kisaran 1935-1940 dengan volume perdagangan sekitar 53,1 juta lota saham. Dan sejak pekan lalu saham SSMS menunjukkan tren harga yang terus menurun. Dan untuk pergerakan sahamnya dalam pekan ini, secara teknikal Analyst Vibiz Research Center melihat harga saham SSMS berada di bawah pergerakan rata-rata MA100 dan MA50 daily.
Ini mengindikasikan pergerakan masih dalam trend bearish. Namun indikator Stochastic 14,3,3 daily yang bergerak ke area atas mewaspadai area jenuh beli (over bought), sehingga diperkirakan pergerakan saham SSMS untuk sepekan berpotensi naik sebagai koreksi atau counter trend bearish. Selanjutnya koreksi tersebut diperkirakan akan tertahan pada resisten di kisaran harga Rp2.031 pada garis MA100 dan MA50 daily. Bila gagal menembus resisten tersebut maka akan mengkonfirmasikan trend bearish masih berlanjut dan berpotensi menuju support di kisaran Rp1.841 hingga support berikutnya di kisaran Rp1.748.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar