Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan hari ini (14/7) alami penguatan sebesar 0.43 persen ke posisi 4,913. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 ditutup menguat 0.62 persen ke level 829.82. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 4,845.79 dan level tertinggi 4,882.62.
Adapun perdagangan hari ini sebanyak 176 saham menguat, 111 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Perdagangan hari ini ditutup dengan volume transaksi perdagangan yang tercatat sebanyak 5.51 miliar lembar saham dengan nilai sebesar Rp5.60 triliun. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 207.269 kali.
Secara sektoral, tercatat 8 sektor menguat dipimpin oleh sektor properti dan keuangan yang naik masing-masing sebesar 1.38% dan 0.76%. Adapun emiten yang menjadi penopang IHSG pada perdagangan hari ini adalah BBRI, BBNI, TLKM, ASII, BBCA dan SRIL. Pada hari ini investor asing mencetak aksi net buy sebesar Rp1.38 Triliun.
Analyst Vibiz Research Center memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam penguatan terbatas ditopang aksi bargain hunting ditengah tekanan pada bursa global setelah perkembangan utang Yunani setelah rakyat Yunani menolak pemberian dana talangan dan menolak aksi penghematan pemerintah.
Tekanan juga datang dari bursa Shanghai yang melanjutkan pelemahannya di tengah upaya pemerintah China menahan laju penurunan bursa, yang sejauh ini diperkirakan telah menggerus modal dan berpotensi mengancam perekonomian negara tersebut. Pemerintah China mengumumkan akan mengguyur dana ke pasar moda dan menahan aksi penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) guna mengakhiri pelemahan yang terjadi.
Sementara cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan. Pada Juni 2015, posisi cadev tercatat sebesar 108 miliar dollar AS, lebih rendah 2,8 miliar dollar AS dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2015 sebesar 110,8 miliar dollar AS akibat peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar