Usaha perusahaan Taiwan untuk menguasai PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) semakin mulus setelah pada bulan Mei lalu berhasil membeli sekitar 24,9%, pasalnya MAYA merencanakan melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan VIII untuk rights issue pada bulan September 2015 dengan target dana sekitar Rp650 miliar dan perusahaan bernama Cathay Financial Group akan ikut serta membelinya.
Melihat fundamentalnya, MAYA pada kuartal pertama tahun ini alami penurunan keuntungan dimana laba bersih pada Q1 2015 turun 4,89% menjadi Rp97,13 miliar atau Rp24,82 per saham dari Laba bersih Q1 2014 yaitu Rp102,12 miliar atau Rp29,36 per saham. Penurunan kinerja Bank Mayapada disebabkan oleh Beban Bunga dan Beban Operasional mengalami kenaikan sebesar Rp770,39 miliar dan Rp189,26 miliar masing-masing.
Untuk pergerakan sahamnya pada perdagangan hari Kamis (30/7), MAYA ditutup flat dan tidak bergerak sejak perdagangan awal pekan ini yang ada di posisi 1690. Secara teknikal MAYA sedang berada pada area jenuh belinya dan indikator Average Directional Index terpantau bergerak turun dengan posisi +DI dibawah -DI dalam pergerakan flat.
Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, analyst Vibiz Research Center diprediksi MAYA masih akan flat dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan saham ini. Rekomendasai trading pada target level support di level Rp1670 hingga target resistance di level Rp1700.
Joel/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar