Bisnis BTPN 6 Bulan Pertama Mengecewakan, Sahamnya Tersungkur


Hingga paruh pertama tahun ini, Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp886 miliar atau turun dari yang diraih pada periode serupa tahun lalu yang mencapai Rp991,15 miliar. Turunnya laba bersih perseroan di semester I tahun ini seiring dengan turunnya pendapatan bunga bersih perseroan sebesar 9,67% menjadi Rp3,15 triliun dari pendapatan bunga bersih diperiode serupa tahun lalu sebesar Rp3,49 triliun.
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun selama semester I 2015 tercatat mencapai Rp53,76 triliun, tumbuh 6,19% dibanding periode serupa tahun lalu yang hanya mencapai Rp50,62 triliun. Simpanan berjangka masih menjadi kontributor terbesar DPK perseroan dengan dana yang dihimpun mencapai Rp44,86 triliun, sedangkan kontributor terbesar selanjutnya dari simpanan tabungan sebesar Rp8,06 triliun serta diikuti oleh simpanan giro sebesar Rp838,82 miliar.
Dari sisi penyaluran kredit, BTPN telah menyalurkan kredit sebesar Rp52,53 triliun, tumbuh 6,25% dari realisasi kredi yang dikucurkan sampai dengan dengan akhir tahun 2014 sebesar Rp49,44 triliun. Sampai dengan semester I tahun ini, tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) perseroan masih tetap terjaga baik di posisi 0,44% dari periode serupa tahun lalu yang mencapai 0,50%. Adapun total aset yang dibukukan sampai dengan semester I tahun ini tercatat sebesar Rp75,44 triliun, tumbuh 4,98% dari total aset diakhir tahun 2014 yang mencapai Rp71,86 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (29/7/15) saham BTPN anjlok dan tersungkur pada level 3,180  dan bergerak dalam kisaran 3,310 – 3,175 dengan volume perdagangan saham mencapai 56,400 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BTPN sejak awal bulan Februari terlihat tengah dalam koreksi teknikal dan menembus level support 3500, terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan BTPN dalam potensi dalam tekanan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BTPN masih akan dalam tren konsolidasi dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BTPN. Rekomendasai Trading pada target level support baru di level Rp3000 hingga target resistance di level Rp4000.



Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar