PT Intiland Development Tbk (DILD) membentuk beberapa perusahaan baru yakni PT Intiland Alfa Rendita dan PT Inti Algoritma Perdana agar fokus dalam memberikan dukungan layanan infrastruktur dan jaringan sistem teknologi informasi di proyek-proyek yang dikembangkan perseroan. Adapun PT Intiland Alfa Rendita dan PT Inti Algoritma Perdana dibentuk berdasarkan Akta No 216 dan 217 pada 29 Juni 2015 di hadapan Notaris Humberg Lie SH.
Pihak menyatakan pembentukan perusahaan baru ini dirasa perlu seiring banyaknya proyek highrise yang dikembangkan dan membutuhkan dukungan infrastruktur dan jaringan TI yang baik dalam memenuhi kebutuhan konsumen.
Sepanjang tahun 2014, emiten properti DILD berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp429,1 miliar, atau naik 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp323,7 miliar. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perseroan menjadi sebesar Rp1,83 triliun, atau meningkat 21 persen dibandingkan perolehan tahun 2013 yang mencapai Rp1,51 triliun.
Sementara total aset DILD hingga akhir tahun 2014 meningkat 20% menjadi Rp 9,01 triliun dari tahun sebelumnya Rp 7,52 teriliun. Keniakan aset terutama disebabkan peningkatan persediaan Rp 1,01 triliun karena pemabngunan Aeropolis, kondominium 1Park avenue, perumahan Serenia Hills dan Graha Natura.
Berdasarkan tipenya, pendapatan dari pengembangan (development income) memberikan kontribusi sebesar Rp1,62 triliun atau 88 persen dari seluruh pendapatan. Perseroan berhasil meningkatkan kontribusi pendapatan berkelanjutan (recurring income) menjadi 12 persen atau senilai Rp215 miliar. DILD berhasil meningkatkan kontribusi pendapatan berkelanjutan menjadi 12% atau senilai Rp215 miliar. Besaran pendapatan berkelanjutan perseroan pada tahun sebelumnya tercatat sebesar 10,9% atau Rp165,5 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (9/7/15) saham DILD ditutup pada level 565 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 560 dan bergerak dalam kisaran 555 – 570 dengan volume perdagangan saham mencapai 5,6 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham DILD sejak awal bulan Februari terlihat tengah dalam koreksi teknikal dan menembus level support, terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan DILD dalam potensi dalam tekanan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju DILD masih akan dalam tren konsolidasi dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan DILD. Rekomendasai Trading pada target level support baru di level Rp510 hingga target resistance di level Rp655.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar