Sejak hari pertama perdagangan pekan ini saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ikut mengalami tekanan yang dihadapi IHSG, sehingga 3 hari berturut sejak hari itu saham INDF alami pergerakan yang negatif. Namun perdagangan kemarin, saham ini mendapat sentimen positif dari investor asing.
Dalam perdagangan hari Kamis (9/7), investor asing lakukan net buy terhadap saham INDF hingga Rp14,3 Miliar dan aksi net buy sudah terjadi dalam 2 hari perdagangan terakhir sebelumnya. Dan jika dihitung sejak awal pekan aksi netbuy asing terhadap saham ini sebesar Rp18,36 miliar.
Sentimen positif yang membuat asing lakukan aksi ini oleh informasi yang datang dari perusahaan berbisnis sayuran di Singapura, China Minzhong Food Corporation (CMFC) yang menyatakan sahamnya akan dibeli oleh INDF sebanyak 347 juta saham. Dalam berita yang disampaikan sebuah media di Singapura menyampaikan MOU pembelian saham tersebut belum dilakukan.
Selain itu jika melihat fundamental perusahaan dalam kuartal pertama tahun ini, asing tertarik melihat usaha perusahaan menurunkan beban pokok penjualan meski dalam periode tersebut laba yang diperoleh INDF lebih rendah dari tahun sebelumnya. Sehingga perusahaan mampu meningkatkan asetnya dibandingkan tahun lalu kuartal yang sama.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal pertama yang sudah dilaporkan perusahaan, INDF berhasil mengurangi beban pokok penjualan sebesar 2,56% menjadi 10,91 triliun dari periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp 11,19 triliun sehingga laba kotor meningkat 7,31% menjadi Rp 4,1 triliun dari kurun waktu yang sama pada tahun lalu yang seniliai Rp 3,8 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak perseroan mengalami penurunan sebesar menjadi Rp 1,09 triliun dari Nilai laba per saham dasar INDF tercatat mengalami penurunan menjadi Rp 20 per saham.
Dalam perdagangan sahamnya kemarin, INDF berhasil ditutup menguat hingga 0,76% atau menjadi 6600 setelah awal perdagangan dibuka di posisi 6550. Untuk volume saham yang berhasil diperdagangkan kemarin sebanyak 4,26 juta lot saham.
Secara teknikal, Analyst Vibiz Research Center melihat harga saat ini berada di bawah pergerakan rata-rata MA10 dan MA 20 Daily yang mengindikasikan trend harga saham INDF sedang dalam bearish. Indikator Stochastic 5,3,3 daily bergerak dari area tengah menuju area bawah, ini mengindikasikan masih ada range untuk penurunan harga sebelum terindikasi over sold. Sehingga diperkirakan harga saham INDF berpotensi berada di di kisaran Rp6614 pada MA11 daily dan kisaran 6476 pada MA14 daily.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allesn
Editor: Jul Allesn
0 komentar:
Posting Komentar