IHSG 15 Juli : Sesi Siang IHSG Bertahan di Area Negatif, Tekanan Jual Pada Saham Unggulan


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup melemah jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (15/7) IHSG turun sebesar 0.63 persen ke level 4.870.89 Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami pelemahan sebesar 0.80 persen ke level 832.69. Sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level terendah 4859 dan level tertinggi 4897.
Pada perdagangan siang ini tercatat 56 saham menguat, sementara 277 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 5.89 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp7.56 triliun dan transaksi sebanyak 222.966 kali.
Secara sektoral, tercatat semua sektor mengalami pelemahan yang dipimpin oleh Konsumer dan Industri dasar yang masing-masing mengalami pelemahan sebesar 1.82% dan 1.78% . Terpantau saham-saham yang menjadi penekan IHSG adalah BBRI, WSKT, BBNI, LPKR dan JSMR.
Analyst Vibiz Research Center memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan ditengah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya (BI Rate) sebesar 7,5 persen, dengan suku bunga Deposit Facility 5,5 persen dan Lending Facility di level 8 persen. Sementara cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan. Pada Juni 2015, posisi cadev tercatat sebesar 108 miliar dollar AS, lebih rendah 2,8 miliar dollar AS dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2015 sebesar 110,8 miliar dollar AS akibat peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah.
Sementara itu aksi jual pada bursa global setelah rakyat Yunani baru saja melakukan referendum untuk menentukan nasibnya, dengan opsi menolak pemberian dana talangan yang disertai syarat dari para kreditor atau menerimanya. Hasil referendum memperlihatkan bahwa sebagian besar pemilih menolak pemberian dana talangan yang disertai syarat tersebut.
Sementara Badan Pusat Statistik Indonesia mencatat adanya inflasi Juni 2015 sebesar 0,54 persen. Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,14. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juni) 2015 sebesar 0,96 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2015 terhadap Juni 2014) sebesar 7,26 persen. Demikian seperti dikutip dari keterangan tertulis BPS. IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4800-4.850, dan resisten 5.050 – 5100. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, INCO, BSDE, SSMS.

Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar