Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyuntikan modal ke anak usahanya yang bernama PT Asuransi Umum BCA (BCA Insurance) sebesar Rp112,50 miliar. Adapun peningkatan modal dilakukan oleh perseroan dengan cara mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan oleh BCA Insurance. Dari jumlah saham baru yang dikeluarkan oleh BCA Insurance sebanyak 30.000 lembar saham, sebesar 75% atau sebanyak 22.000 lembar saham senilai Rp112.50 miliar diambil oleh perseroan, sisanya 25% atau sebanyak 7.500 lembar saham senilai Rp37.50 miliar diambil oleh BCA Finance.
Peningkatan modal yang dilakukan oleh perseroan bersama BCA Finance ini merupakan transaksi afiliasi. Adapun tujuan dari peningkatan modal ini adalah untuk memenuhi kebutuhan permodalan dan mendukung bisnis BCA Insurance kedepannya. BCA Insurance adalah anak usaha yang diakuisisi oleh Bank BCA pada tahun 2013 silam. Sejak diakuisisi, kinerja keuangan BCA Insurance menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Pada akhir tahun 2014, total aset BCA Insurance mencapai Rp679,45 miliar atau tumbuh sekitar 56% (YoY) dengan produk premi tercatat mencapai Rp529,03 miliar atau tumbuh sekitar 108% (YoY). Sedangkan laba bersih tumbuh sekitar 38% (YoY) menjadi Rp36,16 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (15/7/15) saham BBCA dibuka pada level 13,475 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 13,600 dan bergerak dalam kisaran 13,425 – 13,475 dengan volume perdagangan saham mencapai 3,24 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBCA sejak awal November terpantau tengah mengalami penguatan tajam dan menembus resistance namun kali ini dalam posisi rawan koreksi teknikal. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Evening Star terbentuk pada Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang bergerak turun yang menunjukan pergerakan BBCA dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BBCA masih akan dalam tekanan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BBCA. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp13000 hingga target resistance di level Rp14500.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar