PT Waskita Karya Tbk (WSKT) memberikan pinjaman untuk operasional kepada anak usahanya Waskita Toll Road (WTR) sebesar Rp51.880.000.000. Pemberian pinjaman kepada WTR dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional dan 100 persen garansi bank pada PT Cinere Serpong (CSJ), PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) dan PT Solo Ngawi Jaya (SNJ).
Adapun nilai transaksi tersebut hanya 1,81 persen dari ekuitas perseroan yang mencapai Rp2.862.469.992 per 31 Maret 2015, dan nilai transaksi sebesar 12,89 persen dari ekuitas WTR yang sebesar Rp402.389.260.142. Waskita Karya menguasai 99,99 persen saham WTR dan sisanya 0,01 persen dimiliki Koperasi Waskita.
Sepanjang periode 2014, WSKT berhasil membukukan laba per saham dasar sebesar Rp51,9, melonjak 35,86% dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp38,2. Dari laporan keuangan menunjukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp501,5 miliar, naik 29,12% dibandingkan dengan periode 2013 sebesar Rp388,05 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Rabu (15/7/15) saham WSKT dibuka pada level 1,830 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,830 dan bergerak dalam kisaran 1,815 – 1,845 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,62 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WSKT sejak awal Februari terpantau telah berada pada tren konsolidasi dan saat ini WSKT berada dalam potensi rebound. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Bullish Engulfing terbentuk pada Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan WSKT dalam potensi penguatan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju WSKT masih akan dalam penguatan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan WSKT. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp1550 hingga target resistance di level Rp1900.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar