Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona merah. Pagi ini (28/7) indeks tercatat dibuka turun 0.8 persen ke level 4,729.62. Sebanyak 57 saham menguat, 172 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar Rp68 miliar dari 12 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak 41.448 kali
Secara sektoral, pada pembukaan pagi ini semua sektor dibuka melemah yang dipimpin oleh sektor Industri dasar dan Manufaktur yang masing-masing turun sebesar 1.29 dan 0.87 persen. Adapun saham yang menekan IHSG antara lain PLAS, BBNI, TLKM, ASII, SRIL dan LCGP
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan menyusul masih tertekannya bursa global dan regional meskipun ditengah sentimen reaksi pasar atas Paket Kebijakan OJK yang mengeluarkan 35 Paket Kebijakan Ekonomi yang diharapkan mampu mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang tengah berlangsung. Paket Kebijakan tersebut merupakan relaksasi terhadap berbagai peraturan yang ada, seperti diantaranya terhadap Non Performing Loan (NPL) perbankan, dan kemudahan untuk melakukan penghimpunan dana dari Pasar Modal.
Sementara kondisi dari Bursa Regional terlihat masih terus memburuk ditengah penguatan yang terus terjadi pada mata uang US$ yang masih memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah terhadap US$, serta membuat harga dari komoditas masih terus melemah. Kondisi dari bursa regional yang memburuk dan Rupiah yang melemah membuat pelaku pasar terlihat pesimis dalam menghadapi pengumuman data-data ekonomi dan laporan kinerja emiten untuk kuartal kedua 2015.
IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4800-4.850, dan resisten 4900 – 4950. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, WSKT, KLBF, SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar