Hingga semester I 2015, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membukukan laba bersih sebesar Rp831 miliar atau melesat 54,25% dari raihan laba pada periode serupa yang hanya Rp539 miliar. Adapun kenaikan laba tersebut didukung raihan NII (nett interest income) BTN sebesar Rp3,18 triliun, naik 19,06% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,67 triliun.
Selain itu posisi aset perseroan tumbuh 14,99% menjadi Rp155,95 triliun di semester I 2015 dari periode serupa Rp135,62 triliun. Sementara kredit dan pembiayaan yang diberikan perseroan tumbuh lebih baik diatas rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 14 sampai 16%. Dana pihak ketiga BTN, tumbuh dari Rp101,34 pada 2014 menjadi Rp114,719 triliun. Pertumbuhan DPK ini ditopang pertumbuhan giro yang mencapai 36,16%, ini juga meningkatkan rasio CASA menjadi 47,27%.
Sebelumnya, guna menopang ekspansi pembiayaan perumahan terkait dengan program satu juta rumah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memperkirakan bisa meraup pinjaman bilateral sebesar US$1 miliar pada 2016. Adapun saat ini BTN tengah melakukan penjajakan dengan beberapa lembaga keuangan internasional dan perbankan asing.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (27/7/15) saham BBTN dibuka pada level 1,200 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,180 dan bergerak dalam kisaran 1,185 – 1,230 dengan volume perdagangan saham mencapai 24,6 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBTN sejak awal Januari terpantau bergerak dalam penguatan setelah sebelumnya dapatkan momentum rebound dan menuju level resistance namun saat ini terlihat alam potensi terkena koreksi. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu terbentuk pada Middle Bolinger Band yang menunjukan BBTN dalam potensi sideways. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan BBTN dalam potensi dalam koreksi Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BBTN masih akan melaju dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BBTN. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp1000 hingga target resistance di level Rp1230.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar