Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka menguat. Pagi ini (29/7) IHSG dibuka menguat 0.4 persen ke posisi 4,738. Sementara saham-saham unggulan pada indeks LQ-45 dibuka menguat 0.85 persen ke level 802. Adapun perdagangan pagi ini sebanyak 59 saham menguat, 44 saham melemah, dan sisanya saham stagnan.
Perdagangan hari ini dibuka dengan volume transaksi perdagangan saham pagi ini tercatat sebanyak 240 juta lembar saham dengan nilai sebesar Rp284 miliar. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 9.550 kali. Secara sektoral, tercatat 6 sektor yang menguat dipimpin oleh sektor keuangan dan industri dasar yang naik masing-masing sebesar 0.56% dan 0.46%. Adapun emiten yang menjadi penopang IHSG pada perdagangan pagi hari ini adalah BMRI, BBRI, SMRA, WIKA dan PGAS.
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rebound terbatas menutup gap pelemahan yang ditinggalkan ditengah sentimen reaksi pasar atas Paket Kebijakan OJK yang mengeluarkan 35 Paket Kebijakan Ekonomi yang diharapkan mampu mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang tengah berlangsung. Paket Kebijakan tersebut merupakan relaksasi terhadap berbagai peraturan yang ada, seperti diantaranya terhadap Non Performing Loan (NPL) perbankan, dan kemudahan untuk melakukan penghimpunan dana dari Pasar Modal.
Sementara kondisi dari Bursa Regional terlihat masih terus memburuk ditengah penguatan yang terus terjadi pada mata uang US$ yang masih memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah terhadap US$, serta membuat harga dari komoditas masih terus melemah. Kondisi dari bursa regional yang memburuk dan Rupiah yang melemah membuat pelaku pasar terlihat pesimis dalam menghadapi pengumuman data-data ekonomi dan laporan kinerja emiten untuk kuartal kedua 2015.
Badan Koordinasi Penanaman Modal kembali melaporkan realisasi investasi Tanah Air periode triwulan II-2015 atau sepanjang April-Juni 2015 yang mencapai Rp135,1 triliun, atau naik 16,3 persen jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp116,2 triliun. Nilai investasi pada triwulan II-2015 ini terdiri atas realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp42,9 triliun (31,8 persen) dan realisasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp92,2 triliun (68,2 persen). Sebagai informasi, capaian angka investasi tersebut merupakan rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia disepanjang tahun ini. IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4650-4.700, dan resisten 4800 – 4850. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, WSKT, KLBF, SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar