IHSG 29 Juli : Jeda Siang IHSG Nyaman di Zona Hijau, Investor Cermati Laporan Kinerja Emiten


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi 1 siang ini ditutup menguat jika dibandingkan dengan penutupan kemarin. Siang ini (29/7) IHSG naik sebesar 0.20 persen ke level 4,723.96. Sementara saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 mengalami penguatan sebesar 0.25 persen ke level 798.45.
Pada perdagangan siang ini tercatat 114 saham menguat, sementara 140 saham melemah dan sisanya stagnan. Volume transaksi siang ini mencapai 2.67 miliar lot saham dengan nilai transaksi Rp2.06 triliun dan transaksi sebanyak 102.650 kali. Sampai siang ini dana asing berada pada posisi net buy mencapai 99 miliar. Secara sektoral, tercatat 8 sektor mengalami penguatan yang dipimpin oleh sektor aneka industri dan agrikultur yang masing-masing mengalami penguatan sebesar 0.63 persen dan 0.5 persen. Sementara untuk saham-saham yang menjadi penopang IHSG antara lain BWPT, BBRI, WSKT, SRIL dan BBCA..
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rebound terbatas menutup gap pelemahan yang ditinggalkan ditengah sentimen reaksi pasar atas Paket Kebijakan OJK yang mengeluarkan 35 Paket Kebijakan Ekonomi yang diharapkan mampu mengantisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi yang tengah berlangsung. Paket Kebijakan tersebut merupakan relaksasi terhadap berbagai peraturan yang ada, seperti diantaranya terhadap Non Performing Loan (NPL) perbankan, dan kemudahan untuk melakukan penghimpunan dana dari Pasar Modal.
Sementara kondisi dari Bursa Regional terlihat masih terus memburuk ditengah penguatan yang terus terjadi pada mata uang US$ yang masih memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah terhadap US$, serta membuat harga dari komoditas masih terus melemah. Kondisi dari bursa regional yang memburuk dan Rupiah yang melemah membuat pelaku pasar terlihat pesimis dalam menghadapi pengumuman data-data ekonomi dan laporan kinerja emiten untuk kuartal kedua 2015.
Badan Koordinasi Penanaman Modal kembali melaporkan realisasi investasi Tanah Air periode triwulan II-2015 atau sepanjang April-Juni 2015 yang mencapai Rp135,1 triliun, atau naik 16,3 persen jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp116,2 triliun. Nilai investasi pada triwulan II-2015 ini terdiri atas realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp42,9 triliun (31,8 persen) dan realisasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp92,2 triliun (68,2 persen). Sebagai informasi, capaian angka investasi tersebut merupakan rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia disepanjang tahun ini. IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4650-4.700, dan resisten 4800 – 4850. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, WSKT, KLBF, SSMS.


Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar