Sesuai arahan kebijakan Presiden Joko Widodo terkait dengan pelaksanaan mudik Lebaran, PT Jasa Marga (Persero) tbk (JSMR) memberlakukan penurunan tarif jalan tol hingga 35 persen mulai Selasa (07/07) pukul 00.00 WIB hingga H+5 Lebaran 2015. Adapun penurunan tarif tersebut diberlakukan untuk ruas Jakarta-Cikampek. Penurunan tarif ini bakal berlaku di seluruh ruas jalan tol, kecuali tol dalam Kota Jakarta yang besaran penurunan tarifnya sekitar 25 persen, mengikuti Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor KU.09.01-Mn/450.
Diharapkan penurunan tarif dapat meningkatkan volume lalu lintas pada ruas jalan tol yang dikelola Jasa Marga, khususnya jalan tol dalam kota dan JORR selama Lebaran. Sementara itu, kebijakan tersebut disambut gembira sejumlah calon pemudik yang berdomisili di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hingga kuartal I-2015, JSMR mencatat laba Rp329,50 miliar atau turun 12% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp376,05 miliar. Sementara itu untuk laba per saham di kuartal I-2015 turun menjadi Rp48,46 per saham, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 55,3 per saham. Adapun penurunan laba terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan usaha Jasa Marga yang pada kuartal I-2015 baru mencapai Rp 1,97 triliun atau turun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,08 triliun.
Sementara untuk beban usaha di kuartal I-2015 turun menjadi Rp1,21 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,32 triliun. Dengan kondisi tersebut, perseroan masih dapat mencatat laba usaha sebesar Rp761,95 miliar, naik tipis dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp761,73 miliar. Namun biaya keuangan yang naik menjadi Rp330,13 miliar dari Rp263,49 miliar di periode yang sama tahun lalu, membuat laba sebelum pajak turun menjadi Rp430,39 miliar dari Rp496,79 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (7/7/15) saham JSMR dibuka pada level 5,975 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 6,000 dan bergerak dalam kisaran 5,925 – 6,000 dengan volume perdagangan saham mencapai 405,300 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham JSMR sejak awal bulan April terlihat terus mengalami pelemahan dan sempat bergerak menyentuh level support namun saat ini pergerakannya dalam potensi koreksi, terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola hammer menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan JSMR dalam potensi koreksi. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju JSMR masih akan dalam pergerakan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakkan JSMR. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp5250 hingga target resistance di level Rp6150.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar