PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Aura Nusantara Abadi (Mitra) telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja sama Pendayagunaan Aset Tetap dengan Pola Bangun Guna Searah pada 1 Juli 2015. Adapun aset tersebut berupa dua bidang tanah milik perseroan seluas 1.811 m2 dan seluas 300 m2 di Jalan H. Juanda, Bandung. Perseroan berharap memperoleh manfaat secara ekonomi dari adanya kerja sama ini karena selama ini di lahan tersebut hanya dipergunakan seluas 533 m2 untuk apotik.
Berdasarkan perjanjian itu, Mitra memiliki kewajiban membangun hotel bintang tiga yang terintegrasi dengan ruang apotek, ruang praktek dokter dan fasilitas penunjang lainnya selama jangka waktu pengelolaan sebelum nantinya diserahkan kepada perseroan setelah berakhirnya jangka waktu perjanjian. Perjanjian dilakukan dengan jangka 25 tahun terhitung diterbitkanya Sertifikat Laik Fungsi oleh Pemda Kota Bandung dan bangunan hotel bintang tiga telah beroperasi pada 2 Juni 2017.
Hingga kuartal I 2015, laba bersih KAEF alami percepatan sebesar 87,9 persen menjadi Rp43,9 miliar atau Rp7,91 per saham dari Rp23,4 miliar atau Rp4,21 per saham. Kinerja tersebut ditopang dengan meningkatnya penjualan bersih dan pendapatan diluar operasional yakni perolehan dividen dan bunga.
Tercatat penjualan bersih sebesar 17 persen menjadi Rp1,01 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp867 miliar didorong oleh naiknya penjualan obat ethical sebesar 39 persen dan penjualan bahan baku seperti minyak nabati, yodium dan kina sebesar 79,3 persen. Margin laba kotor juga naik menjadi 29,6 persen dari 27,8 persen yang menunjukan penurunan beban produksi.
Sementara pada pos pendapatan lain-lain juga turut mendorong kenaikan laba bersih. Pendapatan lain-lain melonjak 47 persen menjadi Rp28,8 miliar yang ditopang adanya pendapatan dividen sebesar Rp17,5 miliar dimana pendapatan ini tidak ada pada tahun sebelumnya. Pendapatan bunga deposito berjangka juga melesat Rp5,16 miliar dari sebelumnya Rp892 juta sehingga membuat margin laba bersih melonjak menjadi 4,4 persen dari sebelumnya 2,6 persen.
Adapun dari sisi neraca, total aset yang dimiliki Kimia Farma per akhir Maret 2015 justru menurun 5 persen menjadi Rp2,82 triliun dibandingkan akhir Desember 2014 akibat menurunnya kas dan setara kas hingga 39 persen. Namun naiknya persediaan sebesar 14 persen menopang total aset Kimia Farma. Rasio utang terhadap modal (debt to equity ratio/DER) Kimia Farma menurun menjadi 0,52 kali dari sebelumnya 0,65 kali.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (3/7/15) saham KAEF dibuka pada level 990 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 995 dan bergerak dalam kisaran 985 – 995 dengan volume perdagangan saham mencapai 354,500 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham KAEF sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami tekanan tajam dan sempat menyentuh level support kuatnya, namun saat ini terlihat dalm upaya mencari tumpuan rebound didukung sentimen fundamental. Idikator MA sudah bergerak naik dan pola Three White Soldiers menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh beli.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan KAEF dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju KAEF masih akan dalam tren sideways dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan KAEF. Rekomendasai Trading pada target level resistance di level Rp1150 hingga target support di level Rp930.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar