Kinerja 6 Bulanan Tertekan, INDF Cari Titik Tumpu


Sepanjang semester I/2015, PT Indofood sukses Makmur Tbk (INDF) mencetak penjualan bersihnya mencapai Rp32,63 triliun atau meningkat dibanding tahun sebelumnya Rp31,48 triliun di periode yang sama. Kendati penjualan perseroan meningkat, namun laba perseroan justru sebaliknya mengalami penurunan akibat tertekan oleh meningkatnya beban keuangan dan bagian atas rugi bersih entitas asosiasi.
Dalam laporan keuangannya, Jumat, beban pokok penjualan per Juni 2015 meningkat menjadi Rp23,68 triliun dari sebelumnya Rp22,97 triliun, sedang laba bruto naik menjadi Rp8,95 triliun dari sebelumnya Rp8,51 triliun.
Sementara laba usaha per Juni 2015 naik menjadi Rp3,85 triliun dari sebelumnya Rp3,83 triliun. Beban keuangan dan bagian atas rugi bersih entitas asosiasi yang masing-masing meningkat 95,42% menjadi Rp1,48 triliun dan 136,04% menjadi Rp174,40 miliar. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp2,57 triliun dari sebelumnya Rp3,43 triliun, sedang laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun menjadi Rp1,73 triliun dari sebelumnya Rp2,32 triliun, dan laba per saham dasar turun menjadi Rp37 per saham dari sebelumnya Rp45 per saham.
Aset per Juni 2015 tumbuh menjadi Rp91,39 triliun dari total aset yang dibukukan pada akhir tahun lalu sebesar Rp86,09 triliun. Liabilitas dan ekuitas per Juni 2015 masing-masing tercatat sebesar Rp50,76 triliun dan Rp40,63 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (31/7/15) saham INDF dibuka pada level 5,950 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 5,900 dan bergerak dalam kisaran 5,925 – 6,075 dengan volume perdagangan saham mencapai 4,26 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham INDF sejak awal Januari terpantau bergerak dalam penguatan setelah sebelumnya dapatkan momentum rebound dan menuju level resistance namun saat ini terlihat alam potensi terkena koreksi. Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu terbentuk pada Middle Bolinger Band yang menunjukan INDF dalam potensi sideways. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan INDF dalam potensi dalam koreksi Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju INDF masih akan melaju dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan INDF. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp5550 hingga target resistance di level Rp6450.


Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar