Sepanjang semester I/2015, Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk membukukan laba bersih Rp11,86 triliun atau tumbuh 1,58% dari laba bersih tahun sebelumnya di periode yang sama. Adapun perolehan laba bersih BRI hingga Juni 2015 tumbuh menjadi Rp11,94 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,69 triliun, seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan, Jumat.
Hasil kinerja yang positif ini didukung dengan adanya peningkatan pada pendapatan bunga bersih perseroan sebesar 10,16% menjadi Rp26,89 triliun dari sebelumnya Rp24,41 triliun. Kinerja positif perseroan lainnya juga dapat dilihat dari kredit yang disalurkan dalam enam bulan pertama tahun ini, dimana hingga Juni 2015 total kredit yang disalurkan mencapai Rp503,60 triliun, meningkat 2,69% dari kredit yang disalurkan hingga akhir tahun lalu.
Sementara dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga Juni 2015 total DPK yang dihimpun perseroan mencapai Rp573,12 triliun. DPK terbesar yang dihimpun perseroan berasal dari simpanan berjangka yakni sebesar Rp262,90 triliun, kemudian dari simpanan tabungan sebesar Rp221,41 triliun dan dari simpanan giro sebesar Rp88,80 triliun.
Sampai dengan Juni 2015, total aset yang dibukukan perseroan tercatat sebesar Rp747,48 triliun, sedikit mengalami penurunan dibanding dengan total aset pada akhir tahun 2014 yang mencapai Rp778,05 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Jumat (31/7/15) saham BBRI dibuka pada level 9,375 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 9,350 dan bergerak dalam kisaran 9,375 – 9,925 dengan volume perdagangan saham mencapai 24,1 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BBRI sejak awal pekan lalu terpantau mengalami pelemahan tajam dan saat ini berada dalam potensi mencari titik tumpu untuk menutup gap pelemahan. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Harami terbentuk pada Lower Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan BBRI dalam potensi dalam tekanan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BBRI masih akan dalam penguatan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BBRI. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp9000 hingga target resistance di level Rp10400.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar