GJTL Bukukan Rugi di Tengah Tahun, Laju Sahamya Cari Titik Tumpu


Sepanjang semester I/2015, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) membukukan rugi sebesar Rp351,28 miliar dibandingkan laba pada periode sama tahun sebelumnya Rp235,67 miliar. Adapun penjualan turun jadi Rp6,19 triliun dari penjualan tahun sebelumnya Rp6,56 triliun, dan beban pokok turun jadi Rp5,05 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya Rp5,43 triliun.
Sementara laba kotor naik tipis jadi Rp1,14 triliun dari laba kotor tahun sebelumnya Rp1,12 triliun. Sayangnya, di sisi lain perseroan menderita rugi kurs sebesar Rp469,10 miliar dari laba kurs tahun sebelumnya Rp97,27 milar. Rugi sebelum pajak tercatat Rp426,29 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp345,73 miliar. Jumlah aset per Juni 2015 mencapai Rp17,01 triliun naik dari jumlah aset per Desember 2014 yang sebesar Rp16,14 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (3/8/15) saham GJTL dibuka pada level 750 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 750 dan bergerak dalam kisaran 745 – 755 dengan volume perdagangan saham mencapai 42,300 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham GJTL sejak awal bulan Desember telah mendapatkan tekanan yang cukup tajam dan menekan ke level support namun saat ini terlihat dalam tekanan lanjutan, terpantau indikator MA sudah bergerak sepanjang bolinger band atas. Selain itu indikator stochastic mulai bergerak ke area jenuh jual setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator ADX terpantau bergerak naik didukung oleh -DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan GJTL dalam potensi penguatan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju GJTL masih akan dalam tertekan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan GJTL. Saat ini level support berada pada Rp700 hingga resistance Rp1050.



Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar