Sepanjang semester I/2015, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatat adanya penurunan pada perolehan laba bersih dibanding dengan perolehan laba di periode yang sama tahun lalu. Selain dipengaruhi oleh adanya penurunan pada penjualan perseroan di semester I 2015, turunnya laba perseroan juga diakibatkan oleh adanya peningkatan pada beberapa pos beban perseroan.
Adapun penjualan yang dibukukan hingga akhir Juni 2015 sebesar Rp6,79 triliun, turun 5,25% dari sebelumnya Rp7,17 triliun di periode yang sama tahun lalu. Sementara pos-pos beban yang mengalami peningkatan di semester I 2015 diantaranya yaitu beban pokok penjualan meningkat 2,57% menjadi Rp5,28 triliun dan beban keuangan meningkat 69,81% menjadi Rp552,96 miliar.
Adapun laba bruto hingga Juni 2015 tercatat turun menjadi Rp1,51 triliun dari sebelumnya Rp2,02 triliun. Laba usaha turun menjadi Rp778,55 miliar dari sebelumnya Rp1,22 triliun. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp249,01 miliar dari sebelumnya Rp910,46 miliar. Laba berjalan yang dapat diatribusikan ke pemegang saham turun menjadi Rp126,86 miliar dari sebelumnya Rp506,57 miliar, dan laba per saham dasar turun menjadi Rp8 per saham dari sebelumnya Rp32 per saham. Sampai dengan Juni 2015, total aset yang dibukukan perseroan tercatat tumbuh menjadi Rp32,24 triliun dengan total liabilitas naik menjadi Rp15,38 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (3/8/15) saham SIMP dibuka pada level 540 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 535 dan bergerak dalam kisaran 515 – 540 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,29 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SIMP sejak akhir Desember terpantau bergerak dalam konsolidasi setelah sebelumnya dalam koreksi dan menuju level support namun saat ini terlihat alam potensi menemukan titik tumpu dan bergerak rebound. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Gravenstone Doji terbentuk pada Lower Bolinger Band yang menunjukan SIMP dalam potensi sideways. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan SIMP dalam potensi penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju SIMP masih akan mencoba naik dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan SIMP. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp500 hingga target resistance di level Rp700.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar