PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) memiliki capex sebesar Rp400 miliar untuk membeli lahan demi landbank perusahaan property yang sedang ekspansi di daerah Jakarta dan Surabaya. PWON tahun ini akan menambah jumlah landbanknya untuk berbagai proyek di kedua tempat tersebut meski kini perusahaan sudah memiliki sekitar 421 hektar untuk kebutuhan 10 tahun.
Sebelumnya diberitakan PWON hingga pertengahan tahun ini berhasil mencapai target marketing sales 58,8%. Selama enam bulan pertama ini perseroan telah mengantongi pra penjualan sebesar Rp 2 triliun. Proyek yang mengkontribusi pencapaian target tersebut paling besar dari proyek landed house di Surabaya.
Namun jika melihat kinerja keuangan perusahaan ini pada kuartal pertama tahun ini kurang mengesankan, pasalnya laba perusahaan ini alami penurunan sebesar 4,15% menjadi Rp 439,55 miliar dari sebelumnya Rp 457,81 miliar meski pendapatan bersih meningkat 29,33% menjadi 1,16 triliun dari sebelumnya 825,05 miliar.
Melihat pergerakan sahamnya di bursa saham perdagangan kemarin, saham PWON ditutup anjlok 2,7% seharga Rp404 per lembar sahamnya. Dan secara teknikal, Analyst Vibiz Research Center melihat harga saat ini berada di bawah pergerakan rata-rata MA5 weekly yang mengindikasikan trend harga saham PWON sedang dalam bearish. Indikator Stochastic 14,3,3 daily berada area tengah setelah bergerak dari area atas, ini mengindikasikan harga bergerak turun dan masih jauh dari area over sold.
Sehingga untuk pergerakan saham hingga akhir pekan, saham PWON berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji support terdekat pada kisaran Rp390. Namun apabila harga terkoreksi naik maka penguatan harga sama PWON ini akan tertahan di resisten kisaran Rp 430 pada garis MA5 weekly.
Joel/VMN/VBN/Senior Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar