Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini dibuka di zona merah. Pagi ini (9/7) indeks tercatat dibuka turun 0.47 persen ke level 4,846. Sebanyak 27 saham menguat, 52 saham melemah, dan sisanya saham stagnan. Tercatat transaksi sebesar Rp68 miliar dari 12 juta lembar saham diperdagangkan dengan transaksi sebanyak 41.448 kali
Secara sektoral, pada pembukaan pagi ini semua sektor dibuka melemah yang dipimpin oleh sektor Konsumer dan Perdagangan yang masing-masing turun sebesar 0.87 dan 0.77 persen. Adapun saham yang menekan IHSG antara lain PGAS, TARA, BBNI, LPKR, TLKM dan ASII..
Analyst Vibiz Research Center melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam tekanan ditengah aksi jual pada bursa global setelah rakyat Yunani menolak pemberian dana talangan dan menolak aksi penghematan pemerintah.
Sentimen negatif juga datang dari bursa Shanghai yang melanjutkan pelemahannya di tengah upaya pemerintah China menahan laju penurunan bursa, yang sejauh ini diperkirakan telah menggerus modal dan berpotensi mengancam perekonomian negara tersebut. Pemerintah China mengumumkan akan mengguyur dana ke pasar modal dan menahan aksi penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) guna mengakhiri pelemahan yang terjadi.
Sementara cadangan devisa Indonesia kembali mengalami penurunan. Pada Juni 2015, posisi cadev tercatat sebesar 108 miliar dollar AS, lebih rendah 2,8 miliar dollar AS dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2015 sebesar 110,8 miliar dollar AS akibat peningkatan pengeluaran untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah serta penggunaan devisa dalam rangka stabilisasi nilai tukar rupiah
IHSG diperkirakan akan di kisaran support 4800-4.850, dan resisten 4980 – 5000. Saham-saham yang menarik untuk dicermati hari ini : TLKM, INCO, BSDE, SSMS.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar