WIKA Menangkan Proyek Tol 548 Miliar, Laju Sahamnya Tertahan Koreksi


PT Wijaya Karya memenangkan tender dua paket pekerjaan proyek tol Solo – Ngawi – Kertosono senilai Rp548 miliar. Adapun paket pertama adalah paket single year senilai Rp97 miliar. Paket sepanjang 1,5 km ini berupa pekerjaan tanah 200.000 m3, pekerjaan satu unit overpass, dan satu unit box culvert yang akan dikerjakan sendiri oleh WIKA sejak Juni sampai Desember 2015.
Untuk paket kedua adalah proyek tahun jamak yang akan dikerjakan bersama oleh konsorsium WIKA, Waskita Karya, dan Nindya Karya dengan nilai proyek paket tersebut adalah Rp451 miliar dan rencananya akan diselesaikan hingga 2017. Pada proyek tersebut WIKA menjadi pemimpin konsorsium dengan mayoritas kepemilikan saham yakni 38%, sementara dua BUMN lain masing-masing 31%. Dengan dua kontrak tersebut, realisasi kontrak baru WIKA hingga pekan pertama Juli mencapai Rp10,59 triliun, atau 33,47% dari target tahun ini Rp31,64 triliun.
Hingga kuartal I 2015, WIKA telah mencatatkan kontrak baru senilai Rp 3,4 triliun. Salah satu kontrak tersebut adalah proyek tol Bogor-Ciawi-Sukabumi dengan nilai Rp 355 miliar. Adapun sampai akhir tahun perseroan menargetkan bisa mengantongi kontrak baru sebesar Rp 31,64 triliun.
Jika dilihat pada hasil kinerja secara keseluruhan, pada Q1 2015 tampak menunjukan kinerja yang kurang optimal, dimana baik pada pendapatan akan penjualan bersih merosot hampir 40% menjadi Rp 2 triliun dari pendapatan di Q4 2014 yang sebesar Rp 2.79 triliun. Demikian juga dengan perolehan laba perseroan selama Q1 yang tampak merosot dalam sebesar 63.63% yang menjadi Rp 66,59 miliar dari laba pada Q4 2014 yang sebesar Rp 183.10 miliar.
Apabila dibandingkan dengan Return on Asset WIKA pada Q1 2015, tampak perseroan harus mulai berhati-hati dalam pengelolaan kas dan melakukan pencarian dana, yang dikarenakan jumlah rasio aset perseroan tersebut yang berada dibawah 2% dan dikahwatirkan akan menganggu siklus kinerja keuangan perusahaan.
Jika dibandingkan dengan perusahan rival sejenisnya baik pada PT PP (Persero) Tbk secara indikator EPS, ROA serta ROE, maka perolehan PTPP tampak lebih baik dari perolehan dari WIKA. Dimana WIKA secara EPS memperoleh sebesar 40.32X, ROA sebesar 1.51%, serta ROE sebesar 4.92%, namun perolehan PTPP pada EPS sebesar 77.96X, ROA sebesar 2.69%, serta ROE sebesar 13.65%.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (9/7/15) saham WIKA dibuka pada level 2,910 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 2,950 dan bergerak dalam kisaran 2,875 – 2,965 dengan volume perdagangan saham mencapai 1,72 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WIKA sejak awal bulan April terlihat terus mengalami pergerakan melemah tertekan ke level support,, namun saat ini dalam potensi teknikal rebound terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak flat yang menunjukan pergerakan WIKA dalam potensi menguat terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju WIKA masih akan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan WIKA. Rekomendasi Trading pada target level support di level Rp2450 hingga target resistance di level Rp3150.



Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang

0 komentar:

Posting Komentar