PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) semakin gencarnya perseroan membenahi hotel miliknya daam rangka mengembangkan bisnisnya dibidang perhotelan. Perseroan merenovasi Melia Bali Villas & Spa Resort yang nantinya akan disulap dengan konsep baru yang memiliki lebih banyak restoran dan taman bermain untuk anak-anak.
Adapun pada kuartal pertama tahun ini kontribusi hotel terhadap total pendapatan perseroan mengalami penurunan. Penurunan tersebut disebabkan karena suplai hotel yang berlebihan, terutama di Bali. Manajemen meyakini strategi untuk merenovasi hotel Melis akan mampu membuat hotelnya bisa bersaing kembali di industri perhotelan di pulau dewata.
Untuk melakukan renovasi Hotel bintang lima yang terletak di kawasan kompleks pariwisata Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Nusa Dua, perseroan menganggarkan dana sebesar US$20 juta, yang berasal dari dana kas internal serta pinjaman perbankan. Dan diprediksikan, akan selesai dalam waktu dua tahun. Sekedar informasi, perseroan juga memiliki bisnis hotel melalui anak usahanya dengan brand Batiqa Hotel. Hotel milik perseroan banyak yang berlokasi di luar Kota Jakarta. Beberapa diantaranya, Batiqa Hotel Cirebon, Batiqa Hotel Palembang, Batiqa Hotel Bali, dan lainnya.
Hingga kuartal pertama tahun ini, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan kenaikan pendapatan sebesar 43,5 persen menjadi Rp1,31 triliun, dibandingkan pendapatan pada periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp918,1 miliar. Adapun pendapatan tertinggi disumbang sektor properti yang mengalami kenaikan 272 persen menjadi Rp296,5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp79,1 miliar. Diikuti sektor konstruksi naik 27,8 persen menjadi Rp879 miliar dari Rp687,7 miliar. Sedangkan dari sektor rumah sakit turun 6,2 persen menjadi Rp141,9 miliar dibandingkan Rp151,3 miliar.
Laba kotor naik 85,4 persen menjadi Rp378,2 miliar dari laba kotor tahun sebelumnya yang sebesar Rp204 miliar, dan EBITDA naik 98,8 persen menjadi Rp300 miliar dari EBITDA kuartal pertama tahun sebelumnya Rp203,8 miliar. Laba bersih naik tajam menjadi Rp204,3 miliar dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya Rp12,4 miliar. Total aset perseroan per Maret 2015 naik 3,2 persen menjadi Rp6,18 triliun dari total aset per Desember 2014 yang sebesar Rp5,99 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (27/7/15) saham SSIA dibuka pada level 900 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 720 dan bergerak dalam kisaran 880 – 900 dengan volume perdagangan saham mencapai 198,900 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SSIA sejak awal bulan Februari terlihat terus mengalami tekanan tajam namun saat ini dalam upaya menari tumpuan rebound. Terpantau indikator MA sudah bergerak flat dan pola Inverted Hammer menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan SSIA dalam potensi pertahankan penguatan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju SSIA masih akan dalam tren sideways dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan SSIA. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp820 hingga target resistance di level Rp965.
Regi Fachriansyah/VMN/VB/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Asido Situmorang
Editor: Asido Situmorang
0 komentar:
Posting Komentar