Hingga Juni 2015, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat produksi CPO sebesar 845.395 ton atau turun 0,9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang 852.942 ton. Adapun penurunan itu disebabkan oleh produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang juga turun 2,5 persen dari 2,74 juta ton menjadi 2,67 juta ton. Trend produksi bulanan TBS AALI sampai dengan Juni 2015 tetap menunjukan peningkatan terutama di wilayah Sumatera dan Sulawesi yang meningkat masing-masing sebesar 3,8 persen dan 2,4 persen.
Sementara itu volume penjualan CPO sebesar 551.418 ton sampai Juni 2015 turun 18,3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Harga rata-rata CPO AALI sampai Juni 2015 sebesar Rp7.642/kg turun 12,4 persen dari Rp8.728/kg. Harga jual rata-rata kernel turun 13,8 persen dari Rp5.792/kg menjadi Rp4.993/kg.
Hingga triwulan pertama 2015, AALI harus puas mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 80,10 persen menjadi Rp156,09 miliar atau Rp99,12 per saham dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp784,61 miliar atau Rp498,24 per saham. Adapun pendapatan bersih AALI turun menjadi Rp3,23 triliun dari pendapatan bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,72 triliun, dan beban pokok tercatat Rp2,47 triliun dari beban pokok tahun sebelumnya yakni Rp2,51 triliun.
Sementara untuk laba bruto turun menjadi Rp763,62 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,21 triliun. Beban lain-lain naik menjadi Rp539,31 miliar dari beban lain-lain tahun sebelumnya Rp81,79 miliar. Laba sebelum pajak anjlok menjadi Rp224,31 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya yakni Rp1,12 triliun. Adapun pada posisi keuangan, jumlah aset per Maret 2015 naik menjadi Rp19,94 triliun dari jumlah aset per Desember 2014 yang sebesar Rp18,55 triliun.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (27/7/15) saham AALI dibuka pada level 22,900 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 22,000 dan bergerak dalam kisaran 22,550 – 22,900 dengan volume perdagangan saham mencapai 233,300 saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham AALI sejak awal Januari terpantau bergerak dalam konsolidasi dan dalam koreksi dan menuju level support Terpantau indikator MA sudah bergerak turun dan pola Black Marubozu terbentuk pada Lower Bolinger Band yang menunjukan AALI dalam potensi tertekan. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak di area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak turun yang menunjukan pergerakan AALI dalam potensi tekanan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju AALI masih akan tertekan dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan AALI. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp22000 hingga target resistance di level Rp26000.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar