TLKM Sedang Didera Banyak Masalah, Sahamnya Dalam Tekanan


Setelah akhir pekan lalu diberitakan bahwa PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menghadapi masalah yang besar dengan kabel optiknya di kawasan Papua sehingga mempengaruhi layanan data di Sulawesi, Maluku dan Papua, sahamnya di perdagangan bursa awal pekan langsung terjun diatas satu persen.
Sentimen diatas sebagai salah satu penyebab selain buruknya perdagangan saham  secara umum kemarin dimana IHSG pun anjlok hingga 1,8%. Namun untuk pergerakan saham TLKM sendiri sejak awal bulan Juli ada dalam tekanan bearish hingga menyebabkan anjlok diatas 100 poin.
Jika melihat tekanan fundamental yang terjadi pada perusahaan telekomunikasi terbesar dan terkemuka di Indonesia, dalam bulan Juli ini banyak ada beberapa permasalahan yang dihadapi. Pertama awal bulan ini, anak usahanya  PT Telekomunikasi Seluler Indonesia (Telkomsel)  digugat oleh mitra kerjanya, dengan alasan mangkir dari kewajibannya membayar tagihan ke PT Sarana Cipta Inti Nusa sebesar Rp22,27 miliar beserta bunganya sebesar Rp37,52 miliar PT Sarana Cipta Inti Nusa.
Berikutnya seperti yang diberitakan akhir pekan, kabel optik di dua tempat di kawasan Papua terputus pasca gempa yang terjadi. Dari 2 tempat itu ada satu tempat yang ternyata sudah berulang kali alami kerusakan yaitu di perairan Sarmi.
Untuk kinerja perusahaan pada kuartal pertama tahun ini alami kenaikan keuntungan, dimana berhasil mencetak laba bersih pada laporan Kuartal I 2015 mencapai Rp3,81 triliun atau Rp38,85 per saham, laba bersih tersebut meningkat 6,13% dari laba bersih pada periode yang sama tahun 2014 yaitu Rp3,59 triliun atau Rp36,92 per saham.
Untuk perdagangan sahamnya kemarin di lantai bursa, TLKM ditutup anjlok 1,1 persen menjadi 2825 namun berhasil mencapai posisi tertinggi di 2855 dan terendah di 2820 dengan volume perdagangan saham mencapai 67,1 juta saham.
Pergerakan hari ini dilihat dari beberapa indikator teknikal sahamnya, analyst Vibiz Research Center memperkirakan saham TLKM masih akan tertekan dimana saham hari ini menuju kisaran 2800 pada garis bawah BB 5, dan jika tembus akan tertekan sampai kisaran 2700.


Joel/ VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

0 komentar:

Posting Komentar