PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali menambah modal ke anak usahanya yakni PT Waskita Toll Road (WTR) sebesar Rp150 miliar. Penambahan modal ini telah dilakukan secara tunai pada tanggal 3 Juli 2015. Adapun tujuan dari peningkatan modal tersebut adalah untuk mendukung aksi korporasi yakni berupa pembelian saham dikemudian hari. Dengan demikian, total modal yang telah ditingkatkan perseroan terhadap WTR, yakni sebesar Rp395,60 miliar.
Sebagai informasi, sebelumnya pada tanggal 12 Juni 2015 perseroan juga telah menambah modal ke WTR sebesar Rp175,60 miliar, kemudian pada 1 Juli 2015 kembali menambah sebesar Rp70 miliar.
Hingga pertengahan Mei, emiten berkode saham WSKT tersebut telah mengantongi kontrak baru Rp4,1 triliun, atau 17,5% dari total target tahun ini Rp23,4 triliun. Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari Rp1,8 triliun (45%) dari proyek swasta, Rp1,5 triliun (37%) dari proyek pemerintah, dan Rp730 miliar (18%) dari proyek badan usaha milik negara (BUMN).
Perseroan optimisme akan mencapai target ditunjang dengan rencana bulan depan perseroan akan menandatangani kontrak tol Solo-Ngawi-Kertosono dengan nilai Rp8 triliun sepanjang 120 kilometer (Km). Selain itu, ada juga kontrak dari tol Medan- Kualanamu-Tebing Tinggi dan dua sampai tiga bulan kedepan memperoleh proyek transmisi Sumatera. Perusahaan juga akan berupaya melebarkan sayap di bidang jalan tol di Bali yang memiliki panjang 400 km.
Sepanjang periode 2014, WSKT berhasil membukukan laba per saham dasar sebesar Rp51,9, melonjak 35,86% dibandingkan dengan setahun sebelumnya Rp38,2. Dari laporan keuangan menunjukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp501,5 miliar, naik 29,12% dibandingkan dengan periode 2013 sebesar Rp388,05 miliar.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (7/7/15) saham WSKT ditutup menguat 6,17% pada level 1,720 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1,620 dan bergerak dalam kisaran 1,615 – 1,720 dengan volume perdagangan saham mencapai 85,6 juta saham.
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham WSKT sejak awal Februari terpantau telah berada pada tren konsolidasi dan saat ini WSKT berada dalam potensi koreksi teknikal. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Bullish Engulfing terbentuk pada Upper Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area jenuh beli setelah sebelumnya berada pada area jenuh jual.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan WSKT dalam potensi pelemahan. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju WSKT masih akan dalam tekanan terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan WSKT. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp1450 hingga target resistance di level Rp1800.
Regi Fachriansyah/VMN/VBN/ Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens
Editor: Jul Allens
0 komentar:
Posting Komentar